Surat Penangkapan Yang Hyun Suk Ditolak Kejaksaan, Netizen Tak Terima
Foto: Allkpop.com

Surat Penangkapan Yang Hyun Suk Ditolak Kejaksaan, Netizen Tak Terima

Kamis, 26 Mar 2020 | 12:38 | Nisa Diniah

Winnetnews.com -  Kasus keterlibatan Yang Hyun Suk dalam investigasi pembelian obat-obatan terlarang yang diduga dilakukan oleh B.I. eks iKON mendapat kejelasan. Pada hari Rabu (25/5), KBS melaporkan pembaruan mengenai kasus kecurigaan bahwa mantan CEO YG Entertainment ini ikut campur dalam penyelidikan tentang dugaan obat-obatan ilegal B.I.

Dilaporkan pada bulan Februari lalu, polisi berencana untuk meneruskan kasus Yang Hyun Suk ke kejaksaan atas rekomendasi dakwaan atas kecurigaan bahwa dia telah mengancam informan dalam kasus tersebut. KBS melaporkan bahwa pada minggu lalu, polisi mengajukan permintaan surat perintah penangkapan untuk dua orang termasuk Yang Hyun Suk, namun jaksa telah mengembalikannya tanpa mengajukannya ke pengadilan.

Sebuah sumber dari kejaksaan mengungkapkan kepada KBS bahwa dalam situasi saat ini, akan sulit untuk mengakui alasan penahanannya. Meski kejaksaan menerima surat perintah itu, sangat mungkin bahwa pengadilan akan menolak.

Oleh karena itu, jaksa telah memberikan perintah untuk melanjutkan investigasi tanpa penahanan untuk Yang Hyun Suk saat ini. KBS juga menyatakan bahwa Yang Hyun Suk masih dalam penyelidikan oleh polisi untuk kasus lainnya yakni berjudi di luar negeri dan prostitusi.

Penolakan surat perintah penangkapan tersebut membuat netizen tak terima bahkan syok. Beberapa dari mereka bahkan kembali menyebut kasus Seungri, yang dianggap mendapat perlakuan istimewa hingga dia juga tidak ditahan atas berbagai kasus yang melibatkannya.

"Kenapa orang-orang melindungi YG?'' Kata seorang netter.

''YG tidak perlu dilindungi, mereka sangat menjijikkan,'' sahut netter lain.

''Hanya karena tidak ada bukti kuat bukan berarti dia tidak bersalah, itu sebabnya ada penjahat yang berkeliaran. Aku tahu tampaknya tidak ada bukti kuat bahwa dia bersalah, tetapi aku pikir dia bersalah. Aku setuju dengan fakta bahwa media harus memposting ketika ada kemajuan dalam kasus ini, mereka terus mendapatkan publisitas untuk ketiadaan,'' seru netter lain.

''Jangan sebut dia tidak bersalah, apa kalian tidak menyadarinya?''

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...