Survey Terbaru Nyatakan Prabowo Diatas Jokowi
Sumber foto : Istimewa

Survey Terbaru Nyatakan Prabowo Diatas Jokowi

Selasa, 8 Mei 2018 | 08:51 | Oky

Winnetnews.com - Indonesia Network Election survei (INES) merilis hasil survei terhadap elektabilitas bakal calon presiden 2019. Berbeda dengan kebanyakan hasil survei lembaga lainnya, survei INES menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto jauh mengungguli petahana Joko Widodo (Jokowi).

Menggunakan pertanyaan tertutup, Prabowo unggul dengan perolehan suara di atas 54,50%. Sementara Jokowi mendapatkan 26,10%, Gatot Nurmantyo 9,10%, dan tokoh lain 10,30%.

"Ini top of mind, dengan pertanyaan jika pemilu dilakukan hari ini siapa presiden yang akan dipilih? Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%, Gatot Nurmantyo 7,40%, dan tokoh lain 14,70%," ujar Direktur INES Oskar Vitriano, Minggu (6/5/2018).

Sementara itu, dalam pertanyaan terbuka, Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%, Gatot Nurmantyo 7,40%, dan tokoh lain 14,70%.

Survei dilakukan pada 12-28 April 2018 dengan 2.180 responden yang dipilih secara proporsional di 408 Kabupaten/kota di Indonesia.

Metode yang dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni +- 2,1%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor domestik atau publik dengan aneka profesi dengan ragam pendidikan dan ragam umur, serta penghasilan dan latar belakang agama yang berbeda.

INES melakukan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara sistematis dengan melakukan cek ulang di lapangan sebanyak 20% dari seluruh responden.

Golkar, sebagai salah satu parpol pengusung Jokowi, meragukan kebenaran survei itu.

"Ah, yang bener saja survei itu?" kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan.

Ace membeberkan, INES pernah mengeluarkan hasil survei serupa pada Pilpres 2014. Karena itu, menurut Ace, kredibilitas lembaga survei INES patut dipertanyakan. Ia pun enggan mengomentari lebih lanjut soal hasil survei INES.

"Saya hanya mau mengomentari lembaga survei yang jelas kredibilitas dan rekam jejaknya," kata anggota DPR itu.

"Boleh saja ada survei seperti itu, tapi kan kita harus lihat rekam jejak lembaga survei tersebut," sambungnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...