Tagar #PecatTengkuzulDariMUI Ramai di Media Sosial, Begini Kronologinya
Foto: Suara.com

Tagar #PecatTengkuzulDariMUI Ramai di Media Sosial, Begini Kronologinya

Selasa, 23 Jun 2020 | 15:43 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Publik media sosial Twitter tengah ramai menyoroti sosok Wakil Sekretaris Jenderal MUI , Tengku Zulkarnain. Pasca pernyataan kontroversial Tengku Zul dalam wawancara bersama Refly Harun, publik ramai-ramai menaikkan tagar #PecatTengkuzulDariMUI.

Dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube Refly tersebut, Tengku Zul berkata, "Tapi ada Jokowi di situ ya separuh-separuh. Kalau Jokowi wafat Kiai Maruf jadi presiden, baru saya banyak membantu. Tapi kalau salah tetap kritik."

Bukan hanya itu, publik juga menyoroti beberapa pernyataan lama Tengku Zul yang dinilai mereka bersifat provokatif dan bermuatan hoaks seperti potongan video yang berbicara soal istilah kafir yang kemudian dikoreksi oleh seorang santri.

Atas beberapa pernyataan Tengku Zul tersebut, publik kemudian meramaikan tagar #PecatTengkuzulDariMUI. Tagar ini sempat bertengger di posisi teratas trending topic Indonesia sejak Senin malam (23/6/2020) hingga berita ini dibuat. 

 

Warganet menyayangkan pernyataan Tengku Zul yang terkadang berbau kontroversi, sementara ia menjabat posisi yang cukup strategis di lembaga pemerintah Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

Untuk diketahui, Tengku Zulkarnain telah menjabat sebagai Wasekjen MUI sejak tahun 2015. Ia juga aktif sebagai Ketua Majelis Fatwa untuk PP Mathla'ul Anwar. 

Tengku Zulkarnain juga pernah menulis buku berjudul "Salah Faham: jawaban atas buku rapot merah A'a Gym".

Ia juga sempat ikut serta dalam Aksi Bela Islam serta aksi-aksi yang dilakukan alumni 212 pada masa setelahnya. Dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, ia tercatat sebagai salah satu pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Saat ini, ia sedang aktif mengkritik pemerintah agar menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dianggapnya bisa menciderai derajat Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...