Tahun 2016 Wajib Pajak Restoran Akan Menggunakan POS

Tahun  2016 Wajib Pajak Restoran Akan Menggunakan POS

WinNetNews.com - Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta menyiapkan 5.555 unit perangkat keras untuk mencatat setiap transaksi berikut pajaknya bagi wajib pajak restoran. Dengan menggunakan unit perangkat yang disebut POS (Point of Sale), para wajib pajak tidak perlu lagi diperiksa atau diaudit oleh petugas pajak setiap bulannya.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo menjelaskan, perangkat itu dipinjamkan kepada wajib pajak restoran untuk digunakan secara cuma-cuma. Perangkat POS menggunakan jaringan Telkom untuk mencatat setiap transaksi secara online dan diteruskan ke database Dinas Pelayanan Pajak.

"POS lengkap dengan aplikasi pencatat transaksi, semacam EDC (Electronic Data Capture), untuk merekam transaksi penjualan, mendokumentasikan laporan penjualan, dan mengirimkan data ke server Dinas Pelayanan Pajak secara real time sehingga mempermudah proses pelaporan pajak atas omzet hasil usaha setiap bulan dari transaksi hariannya," kata Agus, Selasa (29/12/2015).

Sebelum menggunakan POS, para wajib pajak restoran masih menggunakan cara manual, yakni dengan merekapitulasi omzet mereka ke dalam sebuah laporan keuangan. Laporan tersebut nantinya akan diperiksa oleh petugas pajak sebelum wajib pajak membayar pajaknya.

 

Agus menuturkan, POS baru didemokan di restoran Pelangi Seafood, hari ini. Pihaknya telah mendata 5.555 wajib pajak restoran yang akan menggunakan POS di awal tahun 2016 mendatang.

Dia menargetkan, distribusi POS akan selesai pada bulan Februari 2016 dan bisa langsung digunakan oleh para wajib pajak. Salah satu wajib pajak restoran yang juga pemilik restoran Pelangi Seafood, Mince Phieter (49), merasa terbantu dengan sistemonline dari Dinas Pelayanan Pajak.

Melalui penggunaan POS, Mince tidak lagi harus didatangi oleh petugas pajak untuk memeriksa laporan keuangannya karena data transaksi setiap konsumen di restorannya tercatat dan langsung terkirim ke server Dinas Pelayanan Pajak.

"Saya tidak mau direpotkan dengan orang-orang audit pajak yang suka bikin kesal. Orang pajak kayak polisi, suka cari-cari kesalahan. Saya tidak mau direpotkan. Kalau pakai online ini, tidak audit lagi," tutur Mince.

Di Jakarta, ada sekitar 11.000 wajib pajak restoran yang tercatat di Dinas Pelayanan Pajak. Selain dari 5.555 wajib pajak yang akan menggunakan POS, mereka terlebih dahulu menggunakan mesin pencatat transaksi online dari BRI. Namun, data yang diberikan BRI ke Dinas Pelayanan Pajak tidak sedetail yang ditampilkan oleh POS.

sumber dari kompas, Jakarta