Tak Bisa Rayakan Imlek Karena Wabah Corona, Dokter di Wuhan Mengamuk
Dokter di Wuhan terlihat marah saat menelpon (foto: YouTube)

Tak Bisa Rayakan Imlek Karena Wabah Corona, Dokter di Wuhan Mengamuk

Sabtu, 25 Jan 2020 | 22:19 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Penderita virus Corona saat ini kian bertambah. Sekarang sebanyak 1.287 orang terjangkit dengan 41 orang meninggal karena virus mematikan ini. Pemerintah Cina pun kemudian memberlakukan aksi penutupan 15 kota di Cina guna mengurangi dampak menyebarnya virus.

Sejak ditutup oleh pemerintah Cina pada Jumat (24/01), penduduk setempat menjuluki kota tersebut sebagai ‘zombieland' karena banyaknya warga yang bergelimpangan di jalanan Kota Wuhan.

Kondisi ini kemudian membuat rumah sakit dengan populasi sebanyak 11 juta orang tersebut disesaki oleh pasien. Jumlah staf medis dan obat-obatan pun kian menipis.

Berdasarkan laporan dari Yahoo News, terdapat 15 tim medis yang menderita pneumonia, dan salah satu di antaranya baru saja meninggal pada Sabtu (25/01) pagi.

Dari laporan ini, bisa dilihat bahwa tim medis, baik dokter, perawat, dan staf kesehatan, tak hanya terpapar oleh virus, namun juga terlalu lelah bekerja. Terkait masalah ini, beredar sebuah video yang menampilkan seorang dokter yang tengah marah-marah ketika mejawab panggilan telepon.

Melansir dari World of Buzz, dalam paparan video 1,5 menit tersebut, sang dokter pria terlihat marah-marah karena tim manajemennya gagal menghubungi kepala rumah sakit.

image0
Para dokter di rumah sakit Kota Wuhan bekerja terlalu keras sehingga tak bisa rayakan imlek (foto: Eposch Times)

“Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang sudah kalian lakukan” teriak dokter tersebut dengan kencang.

Ia juga memaparkan bahwa timnya sampai harus melakukan empat shift kerja untuk satu hari dan mereka harus kembali bekerja sesegera mungkin setiap kali selesai makan. Para pekerja ini bahkan akan dihukum jika terlambat bekerja.

“Apakah Anda pikir kita [dokter] tidak perlu hidup? Apa yang bisa kalian lakukan?” amuknya lagi.

Namun, kemarahannya tersebut tidak disambut respons yang baik. Ia kemudian malah diberitahu untuk memindahkan pasien yang tergeletak di lantai rumah sakit.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...