Tak Hanya Bocah, Emak-Emak di Manokwari Pakai Aibon untuk Ngefly
Ilsutrasi orang mabuk lem aibon (foto: Media Lampung)

Tak Hanya Bocah, Emak-Emak di Manokwari Pakai Aibon untuk Ngefly

Rabu, 18 Des 2019 | 10:45 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Tak hanya anak muda, seorang ibu rumah tangga di Manokwari, turut menjadi korban penyalahgunaan lem aibon. Hal ini didasarkan oleh laporan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Paupua Barat, melalui informasi relawan, yang menyebutkan jika aibon tidak hanya digunakan oleh anak-anak muda.

“Temuan kami di lapangan bukan hanya anak-anak saja yang pakai, ibunmya juga salahgunakan lem aibon. Dalam satu rumah pun ada tiga anak ditambah satu ibu yang menggunakan lem aibon untuk mabuk,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNNP) Papua Barat, Indah Perwitasari, sebagaimana dilansir dari Jubi, Selasa (17/12).

Indah mengatakan bahwa penyalahgunaan lem aibon di Manokwari sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian semua pihak. Terlebih jika para pengguna lem aibon ini kemudian beralih ke ganja, sabu, dan narkoba jenis lainnya.

“Lem aibon bisa dikatakan sebagai pintu masuk ganja dan zat adiktif lainnya. Dalam kasus lem aibon di Mankowari dan di daerah lain di seluruh Papua Barat, tidak boleh disepelekan,” paparnya.

image0
Lem Aica Aibon (foto: Radar Malang Online)

Indah menuturkan bahwa BNNP Papua Barat tengah gencar melakukan berbagai cara untuk mencegah fenomena lem aibon merajalela. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penjaringan terhadap para korban untuk diberikan pembinaan.

“Kami rekrut relawan yang terdiri dari beragam latar belakang, seperti mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, dan jurnalis, yang tergabung sebagai relawan,” Indah melanjutkan.

Kepala dinas perlindungan perempuan,anak dan KB kabupaten Manokwari, Rumere Magdalena mengaku lembaganya tak bisa berbuat lebih untuk memangkas rantai penjualan lem aibon eceran kepada anak-anak di Manokwari dengan dalih belum ada regulasi.

"Kami sudah terima laporan, bahwa ada sejumlah kios yang menjualan lem aibon secara bebas dalam bentuk eceran kepada anak-anak, tapi kami tidak bisa berbuat lebih, karena belum ada dasar hukum yang kuat," kata Magdalena dalam sebuah kegiatan bersama anak-anak korban lem aibon baru-baru ini.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...