Tak Hanya Singapura, UAS Mengaku Juga Pernah Ditolak Masuk Timor Leste karena Diduga Teroris

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Tak Hanya Singapura, UAS Mengaku Juga Pernah Ditolak Masuk Timor Leste karena Diduga Teroris
Ustaz Abdul Somad (UAS)

Winnetnews.com - Masyarakat tengah dihebohkan dengan kabar Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk Singapura. Namun, UAS mengaku hal itu bukan kali pertama dirinya ditolak masuk suatu negara.

UAS mengatakan juga pernah ditolak masuk Timor Leste. Padahal, kata dia, ketika itu dirinya sudah dijadwalkan akan bertemu dengan mantan PM Timor Leste Xanana Gusmao.

"Dulu memang saya pernah tidak masuk ke Timor Leste. Padahal sudah disusun acaranya dengan Pak Xanana Gusmao, dengan uskup, kemudian tablig akbar. Sudah ada urutan acaranya. Begitu sampai di airport, di Timor Leste, tiba-tiba tak masuk. Kawan saya masuk, rombongan masuk, saya tak masuk," kata UAS dalam video di kanal YouTube Hai Guys Official, dilihat Rabu (18/5).

UAS kemudian menanyakan kepada petugas Imigrasi terkait alasan dirinya tak boleh masuk Timor Leste. Ia mendapat informasi bahwa dirinya dilarang masuk Timor Leste karena diduga teroris.

"Saya tanya di situ, orang Imigrasi. Agak bisik-bisik, kenapa kalian tidak kasih saya masuk? 'Ada baru informasi, Pak'. Info apa? 'Bapak teroris'. Kenapa kalian kasih tahu sekarang? Kenapa nggak dari kemarin? 'Informasinya baru sejam yang lalu'. Jadi mereka Imigrasi Timor Leste itu dapat fax dari Jakarta, kalau kata orang Imigrasi Timor Leste itu, 'kami dapat kiriman bahwa bapak teroris makanya tidak bisa masuk'. Tapi waktu itu sebelum pilpres, 2018," ucapnya.

"Jadi waktu itu memang ya maklum lah, mungkin kedatangan saya ke Timor Leste itu nanti mempengaruhi suara. Waktu itu dua calon, satu Pak Prabowo, yang satu lagi incumbent. Waktu itu saya dikhawatirkan akan condong. Itu kan dulu, 2018, ini 2022. Pilpres masih lama, 2024. Kalau dulu 2018 dikhawatirkan waktu itu kan ada ada kelompok cebong, ada kelompok kampret, sekarang semua kampret udah jadi cebong, ha-ha-ha...," sambung UAS sambil tertawa.

Terkait larangan masuk ke Singapura, UAS pun meminta otoritas Imigrasi setempat untuk memperbarui informasi terkait profil dirinya.

"Jadi orang Singapura masih update status, kalian update pengetahuan, cari tahu ini orang ini siapa. Kalau kalian merasa informasinya tidak valid dari Indonesia tanya Malaysia, mana tahu orang Malaysia lebih jujur sikit kan," ujar UAS sambil tertawa.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...