Tak Kunjung Pulih, Boris Johnson Jalani Tes Lanjutan
Foto: Euronews

Tak Kunjung Pulih, Boris Johnson Jalani Tes Lanjutan

Senin, 6 Apr 2020 | 17:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (5/4) waktu setempat, setelah gagal meredakan gejala virus corona yang dia idap lewat karantina mandiri di kediamannya sejak 27 Maret 2020. Di rumah sakit, Johnson menjalani tes lanjutan untuk mencegah peningkatan gejala penyakit tersebut.

Melansir iNews.id, sempat tampil kembali ke muka publik pada Jumat (3/4) lewat konferensi video sepekan setelah dia mengumumkan positif mengidap corona dengan gejala ringan. Lewat video itu, dia mengatakan akan terus tinggal di rumah karena suhu badannya yang masih saja tinggi terus-menerus.

Johnson adalah salah satu pemimpin dunia paling terkenal yang mengidap corona. Pasangannya yang sedang hamil, Carrie Symonds, juga sempat mengidap penyakit asal Wuhan, China itu. Perempuan itu kini dinyatakan pulih dari gejala Covid-19 walaupun belum diuji lagi oleh tim medis.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, telah kembali bekerja pada Jumat lalu, setelah sepekan menjalani karantina di rumah menyusul pengumuman hasil tesnya yang positif mengidap Covid-19. Penasihat Kesehatan Inggris, Christopher Whitty, juga menunjukkan gejala yang sama.

Hancock menggambarkan PM Johnson dalam kondisi yang baik. "Semangatnya bagus. Dia sangat memegang kendali,” ungkap Hancock kepada stasiun TV Sky News, dikutip AFP, Senin (6/4).

Kabar PM Johnson masuk rumah sakit muncul di saat Ratu Elizabeth II menyampaikan pidato kenegaraannya tadi malam, waktu London. Dalam pidatonya, ratu berusia 93 tahun itu memberi semangat kepada bangsanya agar pantang menyerah dalam menghadapi wabah Covid-19.

“Kita akan sukses (memerangi wabah ini) dan kesuksesan itu akan menjadi milik kita semua,” kata sang ratu dalam pidato yang direkam di Kastil Windsor, sebelah barat London, Minggu (5/4).

Kepala negara yang sudah menduduki tahta Kerajaan Inggris selama 68 tahun itu juga memberikan harapan kepada semua orang yang terkena dampak pandemi global, yang kini telah menjangkiti lebih dari 1,2 juta penduduk dan membunuh lebih dari 68.000 orang di seluruh dunia.

Ratu Elizabeth II juga berterima kasih kepada para pegawai layanan kesehatan dan petugas di garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Dia juga memuji tanggapan masyarakat terhadap wabah tersebut.

“Bersama-sama kita menangani penyakit ini, dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa jika kita tetap bersatu dan teguh, kita akan mampu mengatasinya,” ucap Ratu Inggris.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...