Tak Kunjung Terungkap, Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Diduga Terus Mengintai

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Tak Kunjung Terungkap, Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Diduga Terus Mengintai Novel Baswedan (Foto: detikcom)

Winnetnews.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan dirinya kembali diintai oleh oknum terduga penyerang. Pengintaian terjadi enam bulan setelah Novel kembali dari Singapura yakni pada Februari 2018.

"Setelah Novel balik dari Singapura berobat, itu orang yang diduga mengintai ketika 2017 datang lagi ke situ (rumahnya). Artinya, ini orang enggak kapok juga," kata anggota Tim Kuasa Hukum Novel, Alghiffari Aqsa di Jakarta, seperti dilansir Medcom.id, Senin (24/6/2019).

Menurut pengakuan Novel, kata Alghif, penyerang datang menggunakan mobil Avanza. Terduga disebut mirip dengan salah satu penyerang berdasarkan sketsa pelaku dari polisi.

"Orang itu mengambil video, dia mirip dengan orang gondrong yang disketsa oleh polisi," ujar Alghif.

Alghif melanjutkan, peristiwa pengintaian itu diungkapkan Novel saat diperiksa pada Kamis, 20 Juni 2019 lalu di Gedung KPK, Jakarta Selatan. Kala itu, ia diajukan sejumlah pertanyaan oleh lima orang Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Mereka yakni, mantan Wakil Pimpinan KPK dan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji; Ketua Setara Institute, Hendardi; Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti; Mantan Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, dan Ifdhal Kasim. Pemeriksaan itu disaksikan juga oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief.

"Ini ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kemarin," aku Alghif.

Alghif berharap polisi bisa menindaklanjuti pengakuan Novel atas 'pengintaian kembali' itu dengan maksimal agar kasus serupa tak terjadi lagi.

Sebelumnya, Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017, usai menjalani salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun, sampai hari ini polisi belum ada temuan signifikan dalam mengungkap pelaku atau otak intelektual dari teror tersebut.

Apa Reaksi Kamu?