Tak Pernah Libur Demi Asian Games, Tapi Karyanya Malah Dinyinyir Oleh Warga
Sumber foto : Istimewa

Tak Pernah Libur Demi Asian Games, Tapi Karyanya Malah Dinyinyir Oleh Warga

Kamis, 23 Agt 2018 | 12:41 | Oky

Winnetnews.com - Wishnutama selaku Creative Director Opening Ceremony Asian Games 2018 merasa miris dan sedih dengan komentar-komentar nyinyir warganet.

Padahal seperti diketahui, Opening Ceremony Asian Games 2018 yang diselenggarakan Sabtu (18/8/2018) ini berlangsung spektakuler.

Bahkan pujian tak henti datang baik itu dari masyarakat Indonesia tapi juga Internasional.

Indonesia yang jadi tuan rumah Asian Games ke-18 ini pun sukses menyedot perhatian dunia lewat konsep Opening Asian Games 2018 yang berbeda.

Mulai dari ribuan penari yang menarikan tari Saman, lalu ada air terjun yang menampung 60 ton air, hingga ada gunung yang tingginya sama seperti tinggi stadion, dan berbagai atraksi lain yang tak kalah keren.

Akan tetapi di balik semua itu, masih ada juga nyinyiran dari sebagian warganet.

Nyinyiran tersebut mulai dari tampilnya para penyanyi yang lipsync hingga soal stuntman Jokowi yang beraksi naik motor gede.

Wishnutama pun mengaku jujur kalau ia dan tim memang menggunakan stuntman itu.

Bahkan ia juga ikut membuat ide dan merancang konsep hingga memilih sendiri sutradara untuk pengambilan adegan Jokowi naik moge.

Wishnutama juga bahkan ikut melihat proses syuting yang sudah dilaksanakan pada bulan Juli 2018.

"Sebenarnya stuntman atau peran pengganti itu sangat wajar. Tak perlu diperdebatkan. Apalagi beliau seorang presiden, masa iya Presiden Republik Indonesia saya suruh loncat naik motor? Yang gendeng saya ya kalau nyuruh bapak bener-bener loncat naik motor," ujar Wishnutama seperti yang dilansir dari akun Youtube Good Afternoon NET TV, Senin (20/8/2018).

Namun, Wishnutama juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang mampu menyempatkan waktunya untuk mau bekerja sama dengan tim Asian Games 2018.

"Yang menurut saya luar biasa, yakni seorang presiden niat untuk mau mensupport ini dan merelakan waktunya, syuting berkali-kali take, support dari Paspampres juga luar biasa," ujarnya lagi.

Masalah lipsync penyanyi pun jadi bahan nyinyiran warganet.

Wishnutama juga tak menampik kalau memang lipsync.

Ia mengungkapkannya lewat sebuah wawancara telepon dengan Anji, suami dari mantan istrinya dalam video yang berjudul 'WISHNUTAMA : Tentang Stuntman dan Alasan Para Penyanyi Lipsync di Opening Ceremony Asian Games 2018'.

Akan tetapi, Wishnutama juga menjelaskan lipsync itu diperbolehkan, asalkan suara saat rekaman adalah benar suara si penyanyi.

"Lipsync itu tadi saya sampaikan adalah hal yang wajar dalam sebuah industri entertainment. Asal, ya itu tadi betul-betul menggunakan suara sendiri," tuturnya seperti yang dikutip dari akun Youtube Dunia Manji, Selasa (21/8/2018).

Lebih lanjut, Wishnutama heran mengapa lipsync ini justru dipermasalahkan di Indonesia.

Padahal, penyanyi dunia atau Internasional juga pernah melakukan lipsync.

"Pernah gak sih ada di dunia Internasional ini pagelaran manapun yang lipsync itu dipermasalahkan? Rasanya sepanjang karir saya baru kali ini lipsync dipermasalahkan, apalagi di Indonesia," kata Wishnutama.

Tak hanya itu, Wishnutama menyebutkan lipsync ini demi menghindari risiko.

Pasalnya, semua pengisi acara yang berjumlah ribuan mulai dari penari, penyanyi hingga paspampres menggunakan earpiece wireless, atau peralatan tanpa kabel ini berhubungan dengan sinyal.

Nah, kalau dari penyanyi ada yang bernyanyi live maka akan menggganggu frekuensi sinyal earpiece wireless.

Mengenai komentar-komentar dari warganet, Wishnutama sebenarnya merasa kagum.

Akan tetapi ketika ada komentar nyinyir, menurutnya warganet tersebut tak mampu melihat keberhasilan secara keseluruhan.

Menurutnya, ia merasa miris melihat warganet yang nyinyir.

"Terus terang saya sebagai creative director sedih, apa namanya sebuah karya seni tetap dicari-cari kesalahannya, sementara dunia Internasional mengakui dan menghargai," jujur Wishnutama.

Wishnutama meminta para warganet Indonesia agar jangan mencari-cari kesalahan.

Padahal, ia dan tim yang lain sudah menyiapkan sejak 1,5 tahun yang lalu.

image0

Bahkan menurut Wishnutama juga, tim membuat properti Opening Asian Games 2018 mulai dari gunung, air terjun ini membutuhkan waktu selama 4 bulan.

Sementara, untuk pembongkaran panggung saja harus membutuhkan waktu 60 jam.

Apalagi Wishnutama mengakui, kalau selama mengerjakan proyek besar ini, ia tak pernah libur sejak lebaran. Kecuali dua hari saat sakit.

"Saya tidak pernah libur kecuali dua hari saat sakit," tegasnya.

Komentar para Artis soal Lipsync

Penyanyi Rossa pun menanggapi soal lipsync yang banyak dikritik oleh warganet.

Menurutnya, sebelum Pembukaan Asian Games, semua penyanyi sudah melakuakn rekaman terlebih dahulu.

"Memang semuanya enggak live, semuanya pre-recorded. Sebulan sebelumnya kami sudah rekaman dulu di studio rekaman dipersiapkan supaya tidak ada masalah ketika hari H," katanya saat dihubungi via Whatsapp kepada Kompas.com, Selasa (21/8/2018).

Rossa mengatakan bahwa panggung yang terlalu luas dan beberapa alasan lain menjadi pertimbangan para penyanyi harus menyanyi secara lipsync pada upacara pembukaan Asian Games 2018.

"Karena itu kan di stadion jadi enggak mungkin juga. Kami menghindari apa yang tidak diinginkan misalnya cuaca, misalnya tiba-tiba ada angin, ataupun hujan, mic mati, pengisi acaranya misalnya suaranya habis gitu-gitu," ucapnya.

Apalagi yang menonton Pembukaan Asian Games 2018 itu seluruh dunia tak hanya di Indonesia.

Sebagai penyanyi, Rossa sendiri memahami alasan panitia meminta para penyanyi untuk tak menyanyi secara langsung.

"Ketika dikasih tahu itu lipsync tidak kecewa malahan, memang itu yang dibutuhkan," paparnya.

Sementara itu, Via Vallen bahkan meminta maaf ketika banyak hujatan ditujukan padanya.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika mba'nya kecewa karena lipsync," tulis Via Vallen.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...