Tak Punya Kaki Tapi Berarti, inilah dr Li Juhong

Tak Punya Kaki Tapi Berarti, inilah dr Li Juhong

Selasa, 29 Mar 2016 | 16:25 | kontributor

WinNetNews.com -  Winners pernah merasa minder karena keadaan Winners yang tak sempurna? Coba deh simak kisah inspiratif dr Li Juhong yang berasal dari negeri tirai bambu ini.

Dikutip dari Detk, Kedua kakinya diamputasi saat masih kecil karena kecelakaan. Meski tanpa kaki, perempuan ini tak menyerah. Bahkan kini dia menjadi dokter yang siap menyambangi warga desa untuk memberi layanan kesehatan.

Di balik meja praktik yang sederhana, dr Li Juhong tampak seperti dokter kebanyakan. Dengan sigap, dia mengukur tekanan darah pasien atau menuliskan resep obat. Tapi begitu dia bergerak dari mejanya, semua orang akan melihat dengan jelas: dr Li Juhong tidak memiliki kaki.

dr Li kehilangan kakinya pada 1983. Kala itu usianya baru empat tahun. Tiba-tiba Li kecil lari ke jalan dan terlibat kecelakaan. Kakinya terlindas roda truk dan kemudian diamputasi. Demikian dikutip dari Daily Mail.

Saat berusia delapan tahun, Li mulai bisa berjalan lancar dengan bantuan tangan dan bangku kayu. Meski memiliki keterbatasan fisik, Li memiliki semangat yang tak kalah dari anak-anak lainnya. Baginya, hidup tanpa sepasang kaki tidak bisa memadamkan mimpinya.

Sejak kecil, Li bercita-cita menjadi dokter. Dia berharap bisa memberikan layanan kesehatan untuk warga di desanya. Demi mengejar mimpi, dia pun mengambil pendidikan kedokteran. Pendidikan itu diselesaikannya pada tahun 2000.

Usai menyelesaikan pendidikan kedokterannya, Li kembali ke desanya, Wadian di Distrik Hechuan, China.Dia bekerja di klinik desa.

 

dr Li lantas menikah dengan pria bernama Xing. Karena istrinya perlu berkeliling ke rumah-rumah warga, Xing pun memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Dia membantu istrinya berkeliling untuk memeriksa kesehatan para lansia yang sulit pergi ke mana-mana.

Untuk perjalanan jarak dekat dengan medan yang baik, dr Li bisa melakukannya sendiri dengan bantuan bangku kayu. Tapi jika harus pergi ke rumah-rumah warga, di mana terkadang lokasinya harus melewati jalan yang naik turun, maka sang suami akan menggendong dr Li di punggungnya.

15 Tahun sudah dr Li mengabdi di kampung halamannya. Di desa yang berpenduduk lebih dari 1.000 orang itu hampir semuanya pernah mendapat layanan kesehatan dari dr Li.

"Saya hanya melakukan apa yang saya rasa harus saya lakukan," ucap perempuan berusia 37 tahun itu.

Sebagai orang yang tidak memiliki kaki, pekerjaannya mungkin terasa berat. Belum lagi jika ada orang yang memandang sebelah mata. Tapi lagi-lagi semangat dr Li terlalu besar untuk dipadamkan oleh hal-hal yang remeh-temeh.

"Bahkan jika saya tidak dihormati untuk yang saya lakukan, saya masih akan terus melakukan pekerjaan ini sebagai dokter desa," kata ibu satu anak ini, seperti dilaporkan People's daily Online.

Sumber: Detik

Foto: People

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...