Tak Sepakat Usulan Menag soal Doa Semua Agama, MUI: Menteri Kehilangan Akal!
Waketum MUI Anwar Abbas (mui.or.id)

Tak Sepakat Usulan Menag soal Doa Semua Agama, MUI: Menteri Kehilangan Akal!

Selasa, 6 Apr 2021 | 12:50 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak setuju dengan ide yang dicetuskan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menginginkan doa semua agama dibacakan dalam acara yang digelar Kementerian Agama.

"Jadi bingung sendiri yang dilakukan oleh Menteri Agama ini, kalau di daerah yang mayoritas Islam seperti di Aceh, itu cukup dengan (doa) ajaran Islam, tetapi kalau di Bali ya (doa) Hindu, kalau di NTT ya (doa) agama Katolik, kalau di Sulawesi Utara (doa) Protestan ya," ujar Anwar Abbas, Senin (5/4).

Menurut Abbas, seharusnya doa disesuaikan jika pembicara atau peserta yang hadir lebih banyak ke satu agama tertentu.

"Kita kan negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi, toleransi itu baru punya makna itu kalau dia diletakkan di tengah-tengah perbedaan. Kalau saya orang Islam, ya, ucapkanlah salam secara orang Islam," ujar Anwar.

"(Jika) Salam juga mau digabung ya itu namanya homogenisasi dan itu tidak mencerminkan pluralitas," lanjutnya.

Ia pun mengkritik pemahaman Gus Yaqut soal toleransi. Abbas bahkan menyebut Menag sudah kehilangan akal.

"Menteri Agama ini kurang ngerti tentang toleransi. Toleransi itu baru punya arti, baru punya makna (jika berada) di tengah-tengah perbedaan dan kita menghargai perbedaan itu," ucap Anwar.

"Itu namanya Menteri yang menurut saya kehilangan akal, terlalu diobsesi oleh persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan itu tidak rusak oleh keberbedaan," sambung Abbas.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...