Tak Setuju Nadiem Buang UN, Buya Syafii: Jangan Asal, Pendidikan Bukan Go-Jek!
Buya Syafii (foto: Panrita News)

Tak Setuju Nadiem Buang UN, Buya Syafii: Jangan Asal, Pendidikan Bukan Go-Jek!

Jumat, 13 Des 2019 | 16:38 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif, atau biasa disapa Buya Syafii, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) untuk tidak diputuskan secara tergesa-gesa. Ia menyarankan Ndiem untuk memikirkan keputusan tersebut secara mendalam.

“Jangan serampangan (menghapus UN). Pendidikan bukan Go-Jek,” kata Syafii usai menghadiri pengukuhan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebagai guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakara (UMY), di Sportorium UMY, Kamis (12/12), dilansir dari Tempo, Jumat (13/12).

Menurut Syafii, rencana penghapusan UN tidak bisa direalisasikan secara instan. Rencana tersebut menurutnya harus dipikirkan secara matang, mendalam, dan harus ditinjau dari berbagai macam perspektif.

“Harus dikaji ulang secara mendalam dengan melibatkan pakar pendidikan yang betul-betul paham,” lanjutnya.

Syafii khawatir jika nantinya UN, yang selama ini dianggap sebagai penjamin mutu pendidikan, akan membuat siswa menjadi malas dan tidak sungguh-sungguh dalam belajar.

image0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim (foto: Nasional Tempo)

Santer diberitakan di berbagai media jika Nadiem menghapus UN. Hal itu kemudian dibenarkan oleh Nadiem, dengan menggandeng program pengganti bernama Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Program baru Kemendikbud ini rencananya akan diterapkan pada 2021 mendatang. Tes ini akan terdiri dari tiga kemampuan utama: literasi (bahasa), numerasi (matematika), dan karakter.

Nadiem membantah jika UN dihapus. "UN tidak dihapus, kata dihapus hanya headline di media online agar banyak yang klik," ujar Nadiem dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis.

Nadiem menegaskan bahwa yang dihapus adalah format mata pelajaran. Format Asesmen Kompetensi Minimum mirip dengan soal yang diujikan pada Programme for International Student Assessment (PISA), yang terdiri dari literasi dan numerasi. Kemudian ditambah dengan survei karakter.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...