Tak Terima Anjingnya Mati Diracun Sianida, Keluarga ini Lapor Polisi

Tak Terima Anjingnya Mati Diracun Sianida, Keluarga ini Lapor Polisi

Jumat, 11 Mar 2016 | 21:51 | kontributor

WinNetNews.com - Keluarga Antonius Timmerman melaporkan kematian 2 dari 4 ekor anjing kesayangannya ke Polda Metro Jaya. Ada dugaan dua anjingnya yang bernama Lady (3,5) dan Candy (1) itu mati akibat diracun sianida.

Mereka memiliki 4 jenis anjing yang satu di antanya berjenis beagle bernama Bilbo (3,5), 2 ekor jenis golden retriever bernama Candy dan Yoki serta 1 ekor jenis black labrador bernama Lady. Peristiwa itu terjadi Sabtu (20/2) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, keempat anjingnya memang dibiarkan bermain di halaman rumahnya di Jl Samosir, BSD, Serpong, Tangerang, sekaligus supaya anjingnya bisa buang kotoran.

Antonius pun hendak mengecek apakah anjing-anjing peliharaannya itu sudah buang kotoran atau belum. Namun yang dia temukan dua anjingnya tergeletak.

"Pada saat itu saya melihat, Candy sudah tidak bernyawa duluan, sementara Lady sekarat. Lalu saya gendong Lady duluan karena kondisinya masih bernafas tapi lemah sekali nafasnya," jelas Antonius.

Saat menggendong Lady, Antonius kemudian melihat Yoki tumbang dan ekornya bergerak-gerak. Selanjutnya Antonius mencoba menolong Yoki.

"Karena Yoki kondisinya sekarat, sehingga saya memberikan pertolongan pertama dengan menggelonggongkan air dan susu sampai muntah," ungkapnya.

Di saat itu, Antonius melihat anjing Bilbo tengah mengunyah ayam. Antonius kemudian mengorek-ngorek mulut Bilbo hingga keluar ayam tersebut.

"Waktu itu ditemukan daging ayam yang diikatkan dengan satu botol kecil seukuran jari yang ternyata setelah dicek ke dokter itu adalah racun," papar Antonius.

Satu ekor anjing keluarga Antonius yang masih bernafas, Yoki kemudian dibawa ke dokter hewan Rajanti di Villa Melati Mas Jl Jati, Serpong, Tangerang. Sementara dua anjing yang sudah mati dibawa ke sebuah rumah sakit hewan. Sedangkan satu anjing selamat, Bilbo tetap berada di rumah.

Sementara itu, Melani, salah satu kerabat keluarga Antonius yang juga dog lovers mengungkap hasil lab terhadap sisa muntahan salah satu anjing yang tewas, mengandung racun. Mereka juga mengecek kandungan cairan pada sisa botol kecil yang sempat diambil dari mulut Bilbo.

 

"Dari hasil lab di Balitvet di Bogor, pada 3 Maret itu hasilnya ternyata racun sianida," ucap Melani sambil menunjukkan hasil laboratorium di Balitvet.

Keluarga meyakini, kematian kedua anjing kesayangannya itu akibat pembunuhan. Apalagi, setelah diketahui adanya umpan daging ayam yang beracun sianida. Keberadaan umpan kecil itu menguatkan dugaan bahwa kedua anjingnya itu mati dibunuh dengan cara diracun.

Kadaver Dikremasi

Melani melanjutkan, dua anjing kadaver (bangkai anjing), Lady dan Candy pada malam itu juga dibawa ke sebuah rumah sakit hewan di Jakarta dengan maksud untuk dititipkan di dalam kulkas.

"Keluarga sudah bilang ke pihak rumah sakit, jangan dikremasi dahulu. Pihak rumah sakit mengatakan tidak melakukan kremasi pada Sabtu dan Minggu," kata Melani.

Bahkan pada Minggu (21/2) siang, setelah keluaga memutuskan untuk melaporkan ke polisi atas kematian kedua anjingnya itu, pengacara keluarga bernama Anton, telpon ke rumah sakit dan meminta untuk tidak dilakukan kremasi.

"Setelah keluarga yakin mau lapor polisi, berarti kan harus diautopsi, pengacara telpon ke rumah sakit pada Minggu (21/2) sekitar pukul 13.30 meminta jangan dikremasi dulu. Pada saat mau ambil dua anjing di kulkas, Senin (22/2), ternyata pihak rumah sakit sudah mengkremasi kedua anjing itu pada pukul 15.00 WIB pada Minggu (21/2)," paparnya.

Keluarga Antonius pun menyayangkan hal itu. "Karena jadinya kan hilang barang bukti (anjing kadaver)," tutupnya.

Keluarga yang merasa kehilangan anjing peliharaannya ini pun melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya yang teregister dengan nomor 1168/III/2016/PMJ/Ditreskrimum. Laporan tersebut dilakukan pengacara keluarga pemilik anjing, Sri Hendarianto, dengan tuduhan Pasal 302 KUHP dan Pasal 406 KUHP.

Sumber: Detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...