Tak Terima Vonis Mati, Aulia Kesuma Kirim Surat ke Jokowi Memohon Keadilan

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Tak Terima Vonis Mati, Aulia Kesuma Kirim Surat ke Jokowi Memohon Keadilan
Foto: JPNN

Winnetnews.com -  Aulia Kesuma, terdakwa kasus pembunuhan terhadap suami dan anak tiri telah resmi divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta 

Merasa keberatan dengan vonis tersebut, kuasa hukum Aulia Kesuma Firman Candra dan Ryan Sazilly mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi berupa permohonan keadilan atas vonis mati yang dijatuhkan terhadap kliennya.

"Hari Jumat (19/6) kemarin kita kirim permohonan keadilan ke delapan lembaga negara, di antaranya ada Presiden, Wapres, ada Komisi 3 (DPR), Menkumham, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua MA, Komnas HAM dan lain-lain," kata Candra.

Selain mengirim surat kepada Presiden, pihak Aulia Kesuma juga mengatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta. Candra menegaskan pihaknya akan terus berupaya memperjuangkan hak kliennya. Selain banding ke PT Jakarta, pihaknya akan melakukan upaya kasasi.

Dalam surat permohonan keadilan itu, ada delapan poin yang berisi alasan yang menjadi pertimbangan peringanan vonis hukuman mati.

Salah satunya, hukuman mati bertentangan dengan ketentuan internasional hak asasi manusia terutama Pasal 3 Deklarasi Unversal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yaitu hak untuk hidup dan Pasar 4 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Selanjutnya, beberapa Yurisprudensi kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik, sudah divonis majelis hakim dan inkrakh tidak ada vonis pidana mati.

Seperti kasus Afriani Susanti dengan korban 9 orang meninggal dengan vonis 15 tahun; Magriet Christina Megawa dengan satu korban meninggal dengan vonis seumur hidup; dan Jessica Kumala Wongso dengan satu korban meninggal dengan vonis 20 tahun.

Sedangkan dalam point ke delapan, kuasa hukum menuturkan berdasarkan alasan tersebut, sebagai kuasa hukum sekaligus anak bangsa memohon kepada Presiden Republik Indonesia untuk menyatakan bahwa terdakwa I. Aulia Kesuma Binti Tianto Natanael dan terdakwa II, Geovanni Kevin Oktavianus Robert tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana sebagaimana dakwaan pertama Pasal 340 Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan harus segera dibebaskan dari vonis pidana mati tersebut.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...