Taksi Online Tak Lagi Murah, Ini Pergantian Harganya
Taksi Online/Ilustrasi: Zool WNN

Taksi Online Tak Lagi Murah, Ini Pergantian Harganya

Sabtu, 1 Jul 2017 | 20:32 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Mulai hari ini, para pengguna taksi online bakal merasakan tarif baru. Ini merupakan pelaksanaan kebijakan yang telah menjadi ketetapan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait aturan teknis pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang aturan taksi online yang dirilis 1 April 2017 lalu dimana baru diimplementasikan pada Sabtu (01/07/2017).

"Ketentuan tarif dihitung berdasarkan jarak per kilometer (km) dan dibedakan berdasarkan wilayah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto Iskandar

Ketentuan tarif batas bawah wilayah I yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Bali, tarif batas bawahnya adalah Rp. 3.500 per km sedangkan batas atasnya Rp. 6.000 per km. Sementara itu, seperti dikutip dari keterangan resmi, penduduk di wilayah II yang meliputi Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, harus menikmati tarif batas bawah sedikit lebih tinggi, Rp. 3.700 ribu. Tapi, batas atasnya lebih rendah yakni Rp. 6.500 per km.

Dengan formulasi ini, bagaimana tarif taksi online ini bila dibandingkan dengan taksi konvensional. Apalagi taksi daring terkenal lebih murah?

Merujuk pada instruksi Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, ada penurunan tarif taksi untuk Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi per 16 April 2016.

Dari aturan tersebut tarif buka pintu (flag fall) taksi seperti Blue Bird turun Rp. 1.000, dari tadinya Rp. 7.500 menjadi Rp. 6.500 . Untuk tarif taksi per kilometer (km) disesuaikan menjadi Rp. 3.500 atau turun Rp. 500 dari sebelumnya Rp. 4.000 per km. Sementara, untuk tarif waktu tunggu dipangkas menjadi Rp. 42.000, turun Rp. 5.000 dari sebelumnya Rp. 48.000.

Melihat angka di atas, taksi online dan konvensional sebenarnya menarik ongkos yang tidak jauh berbeda, bahkan sama per kilometernya di wilayah I. Hal ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menyehatkan persaingan taksi online dan konvensional.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...