Tanggapi Pernyataan Letjen Dudung, MUI: Toleransi Itu Memaklumi, Bukan Menyamakan
 Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Cholil Nafis

Tanggapi Pernyataan Letjen Dudung, MUI: Toleransi Itu Memaklumi, Bukan Menyamakan

Rabu, 15 Sep 2021 | 13:20 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Cholil Nafis, menanggapi pernyataan itu. menanggapi pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman yang meminta jajarannya untuk tidak bersikap fanatik terhadap agama karena menurutnya semua agama benar di mata Tuhan.

"Semua agama benar. Itu menurut Pancasila untuk hidup bersama di Indonesia. Tapi dalam keyakinannya masing-masing pemeluk agama tetap yang benar hanya agama saya. Nah, dalam bingkai NKRI, kita tak boleh menyalahkan agama lain, apalagi menodai. Toleransi itu memaklumi, bukan menyamakan," kata Cholil dalam kicauan di akun Twitter-nya, Rabu (15/9).

Cholil mengatakan setiap orang yang beragama pasti akan menganggap agama yang dipeluknya paling benar. Oleh sebab itu, ia mengatakan penting untuk menerapkan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bagi kami, umat Islam, yang benar adalah hanya agama Islam. Kita wajib meyakininya agar iman menancap di hati. Hanya dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara kita harus punya bertoleransi kepada umat beragama lain," ujarnya.

"Posisi TNI dan pemerintah tentu mengayomi semua umat beragama," lanjut Cholil.

Menurutnya, hal yang memang berbeda tidak perlu disamakan. Yang terpenting, lanjut Cholil adalah memaklumi dan menghargai perbedaan itu sendiri.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan apalagi dipertentangkan dan yang memang beda jangan di sama-samakan. Namun kita tetap harus saling memaklumi dan menghargai. Begitulah makna toleransi yang saya pahami," tuturnya.

Sebelumnya, Letjen Dudung mengingatkan jajarannya untuk bijak dalam bermedia sosial, termasuk tidak bersikap fanatik terhadap agama. Sebab, menurut Dudung, semua agama benar di mata Tuhan. 

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, dikutip dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...