Tangisan Warnai Kedatangan Jenajah Anggota Korban Helikopter  Basarnas

Tangisan Warnai Kedatangan Jenajah Anggota Korban Helikopter Basarnas

Senin, 3 Jul 2017 | 13:26 | kontributor

winnetnews.com - Jenazah Maulana Afandi, salah seorang anggota Basarnas yang tewas dalam insiden jatuhnya helikopter di Gunung Canggal, Desa Candiroto, Temanggung tiba di rumah duka di Desa Sapen, Kecamatan Boja, Kendal, tempat tinggalnya bersama keluarga. Sebelumnya, jenazah direncanakan dibawa ke Dukuh Piliran RT 2 RW 8 Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, rumah kelahirannya

Kedatangan jenazah diwarnai isak tangis keluarga. Para kerabat dan tetangga pun sudah menunggu sejak pagi untuk mengikuti prosesi pemakaman.

Afandi merupakan anggota Basarnas yang tewas bersama 8 personel dari 9 personel pesawat helikopter Basarnas yang akan bertugas ke Dieng Banjarnegara.

Korban meninggalkan rumah sejak 27 Juni lalu untuk bertugas atau ngepos di pintu keluar Tol Gringsing. Sesuai jadwal, Senin (3/7/2017) korban mestinya selesai bertugas dan pulang menemui keluarganya. Namun, mendapat tugas mendadak ke Dieng yang mengalami erupsi.

Dalam perjalanan menggunakan helikopter, korban bersama awak lainnya mengalami kecelakaan di Desa Candiroto.

"Mestinya hari ini dia pulang habis tugas di Gringsing Exit. Tapi karena ada musibah di Dieng, dia ditugaskan ke sana," ujar Saiful Arif (31), teman sekaligus tetangga korban.

Korban menurut Arif, merupakan pribadi yang ramah dan suka menolong orang lain. Dari kecil memang hidup di Desa Protomulyo.

"Jadi, sejak 27 Juni itu, dia belum pulang. Dia memang orangnya tanggung jawab," paparnya.

Ditambahkannya, korban meninggalkan istri, Lina dan satu buah hatinya yang masih berusia enam bulan, Distra Yuma Afandi.

"Anaknya masih kecil," imbuh dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...