Tangkal Pandemik Virus Corona, Komunitas Hindu di India Minum Urine Sapi
Foto: Al Bawaba

Tangkal Pandemik Virus Corona, Komunitas Hindu di India Minum Urine Sapi

Senin, 16 Mar 2020 | 14:45 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Menangkal penyebaran pandemik virus corona, khususnya di India yang sudah menjangkit 113 orang per Senin (16/3) seperti yang dilaporkan dari hasil penelitian John Hopkins University, sejumlah komunitas Hindu di India meyakini ada satu vaksin unik demi mencegah penyebaran virus corona.

Sebuah laporan Deutsche Welle, kelompok Hindu tersebut mengadakan pesta minum urine sapi pada Sabtu (14/3) untuk menguji keyakinan mereka. Seperti kita ketahui, sapi merupakan hewan keramat bagi banyak orang Hindu di India.

Mengutip Ayobandung.com, beberapa dari mereka meminum air kencing sapi karena percaya bahwa itu memiliki tujuan pengobatan. Bahkan beberapa pemimpin dari partai nasionalis Hindu, seperti Perdana Menteri (PM) Narendra Modi telah menganjurkan urin sapi atau kotoran sapi sebagai ‘obat’.

Pesta tersebut diselenggarakan oleh ketua Akhil Bharat Hindu Mahasabha atau All India Hind Union dan menarik kerumunan 200 orang di New Delhi, pusat kota India.

"Kami telah minum urin sapi selama 21 tahun, kami juga mandi di kotoran sapi. Kami tidak pernah merasa perlu untuk mengkonsumsi obat-obatan Inggris," kata Om Prakash, salah satu peserta pesta.

Suman Harpriya, seorang legislator di negara bagian timur laut Assam, India mengatakan kepada anggota parlemen negara bagian, selama sesi pertemuan pada 2 Maret 2020 bahwa urine sapi dan kotoran sapi dapat digunakan untuk mengobati Covid-19.

Meski demikian, para ahli telah berulang kali memeringatkan bahwa air seni dan kotoran sapi, serta obat-obatan tradisional tertentu, tidak menyembuhkan penyakit seperti Covid-19.

"Tidak ada validasi ilmiah bahwa salah satu dari obat-obatan tradisional ini bekerja untuk mencegah virus corona," kata virolog dan peneliti pengobatan tradisional, Debprasad Chattopadhyay.

"Kotoran sapi dan urin adalah bahan limbah, tidak ada tes yang membuktikan atau membuktikan mereka baik untuk kita," tambahnya.

Saat ini, Covid-19 belum memiliki vaksin ataupun obat ilmiah resmi. Seluruh dunia pun masih berjuang untuk menahan penyebaran pandemik yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 5.000 orang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...