Tangsel Siap 'Ekspor' Sampah dari TPA Cipeucang ke Nambo
Kondisi TPA Cipeucang di Serpong, Tangerang Selatan. [Foto: SINDOnews/Dok]

Tangsel Siap 'Ekspor' Sampah dari TPA Cipeucang ke Nambo

Senin, 30 Des 2019 | 10:10 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Masalah kebersihan dan tata kelola kota yang sehat, masih menjadi persoalan serius yang belum terpecahkan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Hal ini diakui Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Selama dua periode memimpin Tangsel, Airin mengaku masih bermasalah dengan kebersihan, sehingga kotanya tidak mendapatkan Piala Adipura.

"Bagi saya, sampah yang belum selesai, bahwa cita-cita saya dulu adalah, saya bisa mempersembahkan Piala Adipura. Tetapi ternyata untuk penilaian Adipura, ada di TPA," ujar Airin, seperti dikutip SINDOnews.com, Minggu (29/12).

Kondisi TPA Cipeucang di Serpong, yang dimiliki Kota Tangsel, saat ini sudah melebihi kapasitas. Sampah menggunung dan longsorannya tumpah ke Sungai Cisadane, mencemari air hingga ke Kota Tangerang.

Atas peristiwa ini, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sempat mengeluh, karena sampah TPA Cipeucang mengotori Sungai Cisadane yang jadi kebanggaan warganya itu.

"Saya sadar betul, bahwa terbatasnya lahan dan jumlah penduduk begitu banyak, sedang sampah tidak pernah berhenti. Kita bisa libur Lebaran, libur Natal, libur Tahun Baru, tapi sampah enggak pernah berhenti," jelasnya.

Airin menyebutkan, produksi sampah warga Kota Tangsel per harinya sudah mencapai 970 ton. Sedangkan jumlah penduduk di kota pemekaran ini sudah hampir 2 juta jiwa.

Dengan tingkat populasi penduduk yang kian bertambah tinggi, dan produksi sampah yang semakin bertambah setiap harinya, TPA Cipeucang yang luasnya tetap itu tidak bisa menampung kian tingginya volume sampah.

Airin pun berharap, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Cipeucang dapat segera diwujudkan demi mengurai gunungan sampah di TPA itu.

"Ya, mudah-mudahan pertengahan Juni atau Juli 2020 sudah ada pemenang lelangnya siapa, dan sudah dapat dimulai progres pembangunan fisik untuk PLTSa. Insya Allah, progres fisiknya selesai dua tahun," paparnya. 

Meski demikian, pihaknya tidak bisa tinggal diam menunggu pembangunan PLTSa, sementara kondisi TPA Cipeucang saat ini sudah berada diambang batas kapasitasnya.

Airin pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan antarpemerintah daerah, termasuk dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, membicarakan pengentasan persoalan sampah yang ada di kotanya itu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat guna mengalihkan pasokan sampah dari TPA Cipeucang ke TPA Nambo, Bogor, pada 2020," sebut Airin.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kota Tangsel Toto Sudarto mengatakan, TPA Cipeucang masih sanggup menampung sampah warga Tangsel, dengan volume sampah sekira 400 ton per harinya.

"Tidak penuh, masih bisa. Untuk yang Nambo itu, hanya sebagai antisipasi kita saja. Makanya kita berharap PLTSa dipercepat, jadi kita bisa melakukan persiapan," ungkap Toto.

Dilanjutkan Toto, saat kerja sama dengan Nambo telah dilaksanakan, pembuangan ke TPA Cipeucang akan tetap dilakukan. Namun volumenya akan dibagi hanya 100 ton saja. Sedangkan ke Nambo, sebanyak 300 ton.

"Jadi bisa persiapan pembangunan tempat PLTSa. Kalau sekarang kan susah, sampah menggunung begitu. Kita butuh waktu menyiapkan tempatnya," sambung Toto lagi.

Dia pun mengakui, mengurus persoalan TPA Cipeucang dan persampahan di Kota Tangsel tidak mudah. Apalagi dia hanya mendapat warisan sebagai Kadis LH. Dirinya pun berharap, bisa membenahi persoalan itu. [sindo]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...