Tanpa Dinasti Politik, Calon DPR Termuda Asal PAN ini Bakal Sambangi Senayan
Farah Puteri Nahlia (foto: Tribun News)

Tanpa Dinasti Politik, Calon DPR Termuda Asal PAN ini Bakal Sambangi Senayan

Senin, 30 Sep 2019 | 10:14 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Calon anggota DPR yang akan maju ke Senayan pada 1 Oktober nanti bisa dikatakan cukup unik. Bagaimana tidak, sederet naman-nama muda digadang-gadang baakal unjuk diri untuk menjadi wakil rakyat pada periode 2019-2024 mendatang.

Selain Hillary Brigitta Lasut dari Partai Nasden dam M. Rahul dari Partai Gerindra, nama muda yang santer digemborkan adalah Farah Putri Nahlia dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Berbeda dari kebanyakan anggota DPR lain, gadis 23 tahun tersebut bukan berasal dari keluarga politik. Ayahnya, Brigjen Pol M. Fadil Imran dan Ibunya, Ina Adiati, masing-masing berasal dari Makasar dan Palembang. Farah lahir di Semarang dan tumbuh besar di Jakarta. Oleh PAN, Farah bakal mangkal di Dapil IX (Subang, Majalengka, dan Sumedang).

Setelah melakukan sosialisasi ke tiga kabupaten tersebut, Farah secara gemilang mendapatkan suara tertinggi, yakni 113.263 suara. Suara yang diperolehnya ini bahkan mengungguli dua politisi senior pesaingnya, yakni Letjen TB Hasanudin dari PDIP (104.000 suara) dan KH Mama Imanulhaq dari PKB (58.000 suara).

Melansir dari Detik.com, ketika ditanya mengenai perasaannya menjadi anggota dewan termuda, Farah mengaku jika ia tidak menyangka bisa lolos.

“Sejujurnya saya sangat tidak menyangka. Memng ada target lolos, namun tidak berpikir bahwa saya akan mendapat perolehan suara sebesar itu,” ungkap Farah.

Farah juga mengungkapkan bahwa dirinya memilih PAN karena ada kedekatan dirinya dengan Muhamaadiyah. “Keluarga kami memiliki ikatan emosional dengan PAN karena nenek aktif di Muhammadiyah,” ungkap Farah.

Ketika mulai masa penjajakan, Farah mengaku mulai melakukan proses penghimpunan relawan pada Februari 2018 silam. Pada akhirnya ia mendapatkan sekitar 600 relawan dari Subang, 300 relawan dari Majalengka, dan 1800 relawan Sumedang.

Farah mengungkapkan bahwa masyarakat di tiga kabupaten tersebut membutuhkan akses ke lapangan kerja. Juga akses untuk meningkatkan kreativitas afar usaha dan kreativitas mereka bisa mendapatkan pasar yang lebih baik. Ia pun kemudian membentuk rumah aspirasi yang dibentuk bersama para relawan. Tidak lupa, Farah berjanji kepada masyarakat untuk membantu apa saja kebutuhan masyarakat untuk lima tahun ke depan.

“Saya tidak menjanjikan jalan atau masjid seperti kebanyakan politisi. Saya akan mencoba yang terbaik untuk masyarakat,” pungkas Farah.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...