Tanpa Ical, Golkar Akan Tetap Laksanakan Munas Bersama

Tanpa Ical, Golkar Akan Tetap Laksanakan Munas Bersama

Kamis, 21 Jan 2016 | 12:50 | kontributor

WinNetNews.com - Tim Transisi Golkar yang dipimpin Jusuf Kalla terus bekerja menyiapkan munas bersama. Di sisi lain, Ketum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) masih menolak munas bersama.

Sejak dibentuk oleh Mahkamah Partai Golkar (MPG) 15 Januari lalu, Tim Transisi yang dipimpin oleh JK mulai bekerja menyiapkan Rapimnas Golkar. Rapimnas ini merupakan syarat digelarnya munas sesuai AD ART.

Di sisi lain, kubu Ical juga akan menggelar Rapimnas. Namun Rapimnas ini bukan untuk munas, melainkan hanya agenda tahunan. Ical dengan tegas menolak munas bersama yang sedang dirancang Jusuf Kalla dan kawan-kawan.

Ical juga menggelar Rapimnas sendiri akhir pekan ini. Ical bahkan menemui JK untuk menegaskan dirinya tetap menggelar Rapimnas sendiri.

"Materinya melaporkan pada JK tentang akan diadakannya Rapimnas Partai Golkar pada tanggal 23 Januari," ujar Ical usai bertemu JK di kediaman wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2016).

Meski demikian, Tim Transisi tetap akan coba merangkul kubu Ical. JK bahkan mengajak Ical untuk hadir dalam Rapimnas yang digelar Tim Transisi nantinya. Meski belum ada tanggal kapan Rapimnas itu akan digelar.

"Semua harus ikut karena dasarnya kan Riau, jadi Agung (Agung Laksono) kan di situ," ujar Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2016).

Seorang petinggi Golkar di kubu Agung mengungkap Tim Transisi sudah punya strategi untuk menggelar munas. Jika Ical terus bersikukuh menolak, maka munas tetap akan digelar dengan meninggalkan Bos Bakrie Group itu.

"Beberapa orang dekatnya kami yakini akan setuju dengan munas bersama," ujar politikuks Golkar itu.

Ya, orang-orang dekat Ical akan didekati, baik yang di pusat maupun pengurus daerah Golkar yang hingga kini masih loyal kepada Ical. Tim Transisi akan memastikan bahwa peserta munas adalah mereka yang memiliki legalitas sesuai AD ART agar tak ada gugatan di kemudian hari.

Akankah Tim Transisi berhasil?

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...