Tantangan Berat Eropa Menghadapi Pengungsi

  Tantangan Berat Eropa Menghadapi Pengungsi

 

Wingamers.com - Eropa menghadapi tantangan berat dalam soal pengungsi. Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker mengatakan, Uni Eropa menghadapi tantangan berat dengan kedatangan para pengungsi.

Dalam pidato di depan para anggota parlemen Eropa, Rabu (9/9/2015), Juncker mendesak negara-negara anggota untuk menerima kenyataan bahwa Eropa dipandang sebagai tempat perlindungan yang aman sekaligus sebagai simbol harapan bagi para pengungsi.

Ia mengusulkan agar tambahan 160.000 pencari suaka ditempatkan di seluruh negara anggota Uni Eropa dengan sistem kuota mengikat.

Sebelumnya, mengemuka usul pembagian penempatan pengungsi ke negara anggota yang kemudian ditentang sejumlah negara.

Menanggapi seruan Presiden Komisi Eropa, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan, negara-negara anggota Uni Eropa mestinya langsung menyepakati kuota mengikat tanpa membatasi jumlah pengungsi yang akan diambil.

Dengan kata lain, Merkel mengatakan, usul Juncker adalah permintaan minimum dan Uni Eropa harus menerima lebih banyak pengungsi.

Dalam perkembangan terkait, Pemerintah Australia mengatakan akan menampung tambahan 12.000 pengungsi dari Suriah dan Irak.

Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan, kelompok minoritas yang mengalami penindasan, yang saat ini mencari perlindungan di Lebanon, Jordania, dan Turki, akan mendapatkan prioritas. Para pengungsi ini akan diterima dan menetap di Australia mulai akhir tahun. Masalah pengungsi ini membutuhkan kerjasama internasional yang jeli.