Tara Basro dan Pentingnya Mencintai Diri Sendiri
Foto: Tribunnews.com

Tara Basro dan Pentingnya Mencintai Diri Sendiri

Kamis, 5 Mar 2020 | 11:08 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Tara Basro mengunggah foto tanpa busana di media sosial pribadinya dengan pesan body positivity. Hal ini kemudian menuai banyak pujian dari netizen. Unggahan itu juga bahkan mendapat respons positif dari berbagai rekan sesama selebritis, di antaranya Putri Marino, Marion Jola, Hannah Al Rashid, Tatjana Saphira, Monita Tahalea, Sheryl Sheinafia, Gina S. Noer, Ernest Prakasa, dan Chicco Jerikho.

Lain cerita dengan bagaimana Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) merespons unggahan Tara Basro tersebut. Ketimbang melihat pesan mencintai tubuh atau diri sendiri, Kemenkominfo justru menganggap foto Tara Basro tersebut melanggar UU ITE. Tara Basro dinilai melanggar Undang-undang ITE Pasal 27 ayat 1 tentang kesusilaan. 

Unggahan tersebut pun kini telah dihapus dari akun Twitter pribadinya. Ferdinandus Setu, Kepala Biro Humas Kemenkominfo, dikutip dari suara.com, mengapresiasi langkah Tara dalam menghapus unggahan tersebut. Ia juga menambahkan, Tara dianggap melanggar UU ITE karena menampilkan ketelanjangan.

Dalam akun Instagramnya juga, Tara menyampaikan pesan yang serupa. Menurutnya, selama ini banyak orang kerap mengeluhkan ketidaksempurnaan pada tubuhnya. Ia kemudian  mengajak orang-orang untuk lebih positif dan menerima apa yang sudah dimiliki. Tara lalu menutup caption dengan kalimat “Let yourself bloom”.

Tara Basro bukan satu-satunya selebritis yang mengampanyekan pentingnya mencintai dan menerima diri sendiri apa adanya. Artis asal Amerika Serikat, Demi Lovato, dilansir dari laman Yahoo Style, juga menceritakan tentang body positivity di acara Teen Vogue Summit 2019. 

Demi mengunggah fotonya menggunakan bikini tanpa diedit di laman Instagram pribadinya. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan pentingnya mencintai tubuhnya sekaligus mengampanyekan body positivity. Ia juga mengatakan kepada audiens Teen Vogue Summit bahwa belajar untuk mencintai diri sendiri dengan cara yang alami juga akan juga akan membantu individu terhindar dari depresi.

Maraknya Kampanye Body Positivity

Media sosial memiliki peran yang vital dalam persebaran konten mengenai body positivity. Seperti halnya yang dilakukan Tara Basro dan Demi Lovato, mereka menyampaikannya melalui media sosial. Cara ini tentu sangat efektif, mengingat mereka merupakan seorang publik figur yang memiliki banyak pengikut.

Terlepas dari itu, media sosial belakangan ini memang dibanjiri dengan pesan body positivity atau yang juga dikenal dengan "BoPo". Pesan body positivity ini dibuat untuk menantang gagasan tentang kecantikan yang umumnya berdasar pada persepsi tertentu mengenai bentuk tubuh, penampilan, hingga berat badan.

Akun-akun yang mengampanyekan body positivity seperti @bodyposipanda bahkan telah meraih lebih dari lebih dari 1 juta pengikut dan menjadi sangat populer di Instagram. Pencarian untuk tagar #bodypositive di Instagram bahkan menghasilkan sekitar 12 juta postingan, dan tagar #effyourbeautystandards yang dipopulerkan oleh model sekaligus aktivis yang kerap mengampanyekan body positivity, Tess Holiday menghasilkan hampir 4 juta postingan. 

Analisis baru-baru ini tentang konten body positivity di Instagram menunjukkan bahwa postingan seperti ini memang menggambarkan berbagai ukuran dan penampilan tubuh. Konten tersebut meliputi foto selfie wanita yang menampilkan gulungan perut dan selulit mereka, foto badan "nyata" vs "diedit", yang mendorong kesadaran akan penggunaan umum Photoshop di Instagram, serta kutipan motivasional untuk mencintai diri sendiri.

Media Sosial Membentuk Perspektif

Meskipun konten positif tubuh dimaksudkan untuk membuat wanita merasa lebih baik tentang penampilan mereka, namun nyatanya belum ada penelitian yang mengkonfirmasi keberhasilan atau efektivitasnya. 

Dalam sebuah penelitian, 195 wanita yang berusia sekitar 18-30 tahun melihat konten positif mengenai tubuh, konten wanita dengan tubuh ideal, atau konten kecantikan natural melalui Instagram. Sebelum dan setelah melihat konten ini, penelitian tersebut meminta respondennya untuk menilai suasana hati mereka, kepuasan terhadap tubuh, dan sejauh mana mereka melihat diri mereka sendiri.

Hasilnya, melihat konten Instagram yang menyoroti body positivity menghasilkan peningkatan pandangan mengenai tubuh dan suasana hati pada wanita muda, dibandingkan jika melihat postingan tentang tubuh ideal dan kecantikan natural.

Wanita yang melihat postur dan bentuk tubuh lebih positif akan merasa lebih puas dengan tubuh mereka sendiri, termasuk menghargai kesehatan tubuhnya. Sebaliknya, wanita yang cenderung melihat konten tubuh ideal akan memiliki pandangan yang lebih buruk tentang bagaimana melihat tubuh atau diri sendiri.

Menariknya, sebuah penelitian lain menemukan bahwa konten Instagram yang menunjukan parodi tentang tubuh wanita seperti yang dilakukan @celestebarber juga menghasilkan persepsi atau pandangan mengenai tubuh yang lebih positif, dibandingkan melihat postingan selebritis yang memamerkan tubuh ideal mereka.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...