Target Penerimaan Negara Direvisi

Target Penerimaan Negara Direvisi

Jumat, 29 Jan 2016 | 15:10 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Menyikapi terus menurunnya harga minyak dunia, yang mencapai US$ 30 per barel, pemerintah dipastikan akan merevisi target penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016. Hal itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).

"Ya, nanti akan direvisi (penerimaan negara)," kata JK, Kamis (28/1).

Menurut JK, dengan kondisi harga jual minyak yang terus turun maka penerimaan negara pasti ikut menurun.

Sedangkan terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM), JK mengatakan akan selalu ada evaluasinya setiap tiga bulan.

Secara terpisah, Ketua Tim Ahli Wapres, Sofjan Wanandi mengatakan bahwa penerimaan pasti akan menurun dalam APBN-P 2016. Meskipun, penerimaan harus digenjot untuk membiayai pos pengeluaran pembangunan.

Oleh karena itu, Sofjan mengungkapkan pemerintah akan menekan biaya belanja terkecuali biaya pembangunan. Sebagai contoh, penekanan dalam belanja rutin, belanja sosial atau pembangunan gedung pemerintah.

"Kita harapkan naik tapi kita harus melihat kondisi ekonomi dunia. Target APBN saya kira harus diturunkan, penerimaan kita harus genjot tetapi kalau tidak bisa naik kita siapkan alternatif lain," kata Sofjan.

 

Namun, Sofjan belum bisa menyebut angka pasti dari revisi tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa revisi akan dimasukkan dalam pembahasan APBN-P 2016 dengan DPR RI, bulan Maret mendatang.

Menurut Sofjan, pemerintah masih akan melihat perkembangan perekonomian belakangan ini, sehingga tidak membuang waktu dengan revisi yang terus berulang.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi revisi target penerimaan pajak 2016 dari semula Rp 1.360,2 triliun menjadi sekitar Rp 1.226,94 triliun.

Revisi tersebut didasarkan pada pertumbuhan alami sekitar 10 persen dari realisasi penerimaan pajak 2015 sebesar Rp 1.060,85 triliun atau hanya sekitar 81,97% dari target APBNP 2015 sebesar Rp 1.294,25 triliun. Sedangkan penerimaan pajak dari kebijakan revaluasi aset tahun 2015 sebesar Rp 20,14 triliun, dua kali lipat lebih dari target.

Kemudian, dalam APBN 2016 yang telah disepakati dengan DPR, pertumbuhan ekonomi ditargetkan naik dari 4,73% tahun ini menjadi 5,3% dan inflasi 4,7%.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...