Target Saham ADHI Rp2.700

Target Saham ADHI Rp2.700

Senin, 21 Des 2015 | 08:19 | Rusmanto
WinNetNews.com - Frederick Daniel Tanggela, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, saham PT Adhi Karya (ADHI) saat ini diperdagangkan dengan Price to Earnings Ratio (PER) 2015 sebesar 24,2 kali dan PER estimasi 2016 di level 21,3 kali. "Angka ini lebih rendah dibandingkan rata PER 2015 industri di level 29,2 kali dan PER 2016 di angka 24,2 kali," kata Frederick dalam risetnya untuk outlook 2016 yang diterbitkan Samuel Sekuritas Indonesia pertengahan Desember 2015.

Secara historis, lanjut dia, ADHI dalam tiga tahun terakhir rata-rata diperdagangkan pada forward PER yang lebih rendah 22% dari industrinya. "Menurut pandangan kami, hal ini dikarenakan tingkat pencapaian target perusahaan yang relatif rendah, tingkat eksekusi kontrak yang relatif di bawah industri, dan kinerja keuangan yang fluktuatif," papar dia.

Dengan pencapaian target yang lebih baik pada 2015, kinerja keuangan yang meningkat, dan penunjukkan ADHI sebagai sebagai kontraktor the Light Rail Transit (LRT), dia percaya bahwa ADHI memiliki prospek yang lebih baik ke depannya.

"Kami memberikan rekomendasi buy untuk saham ADHI dengan 18% upside potential ke target Rp2.700 per saham," ungkap dia.

 

Pada awal 2015, ADHI menargetkan order baru mencapai Rp15 triliun, dan telah direvisi menjadi Rp18,7 triliun. Hingga Oktober 2015, ADHI telah memperoleh 53% dari pencapaian kontrak. Angka ini masih belum termasuk nilai proyek LRT yang menelan investasi Rp23,8 triliun yang akan dibagi menjadi dua tahap.

Tahapan pertama, senilai Rp11,5 triliun yang rencananya akan akan ditandatangani sebelum tutup tahun buku sehingga akan menopang order book ADHI tahun 2015. "ADHI yang akan murni bertindak sebagai kontraktor dalam proyek ini akan mendapatkan keuntungan dari segmen konstruksi dan penjualan beton jadi," tuturnya.

"Kami memperkirakan order book ADHI tumbuh dengan CAGR 27% untuk periode 2016-2018. Dengan ditandatanganinya proyek LRT, besar kemungkinan ADHI akan mendapatkan nilai kontrak melebihi target yang ditetapkan tahun ini," ucapnya.

Berdasarkan proyeksi kami, perseroan akan mencatatkan net cash 2015 dan rasio utang yang akan membaik ke level 58% dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar 115%.

Dengan turunnya rasio tersebut, kemampuan ADHI untuk mendapatkan kredit modal kerja akan lebih besar sehingga mampu menopang pengerjaan proyek-proyek besar yang didapatnya.

"Hal ini tentunya akan berimbas positif terhadap kinerja perseroan dalam memenangkan tender-tender proyek yang akan tercermin pada pertumbuhan order-book perusahaan," imbuhnya.

disadur dari situs online inilah

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...