Tarif Derek Polantas 1,6 Juta, Sopir Truk Protes

Tarif Derek Polantas 1,6 Juta, Sopir Truk Protes

Senin, 23 Mei 2016 | 15:45 | kontributor
WinNetNews.com - Kendaraan mogok di tengah tol merupakan kejadian yang cukup mempersulit pengemudinya. Tak hanya itu, jika kendaraan yang mogok tidak segera disingkirkan akan mengganggu kendaraan lain yang melintas. Apalagi jika kendaraan mu perlu penanganan khusus yang memakan waktu cukup lama dari mekanik. Jika sudah begini, menggunakan kendaraan derek pun menjadi pilihan terbaik.

Seorang pengendara truk trontom bernama Wijaya Kusuma protes setelah menggunakan jasa derek dari Kepolisian Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Selatan. Wijaya menggunakan jasa derek dari Tol JORR TB Simatupang hingga Pos Pol Jagakarsa. Wijaya protes lantaran ia dikenakan tarif sebesar 1,6 juta rupiah sebagai ongkos derek truk trontonnya yang mogok. Namun setelah bernegosiasi dengan petugas, akhirnya tarif derek pun diturunkan menjadi 850 ribu rupiah.

Diperkirakan jarak yang ditempuh ketika menggunakan jasa derek Polantas Jakarta Selatan berkisar 10 KM. Wijaya mengaku saat itu truk yang dikendarainnya kehabisan solar oleh sebab itu ia meminta bantuan derek dari pihak Jasa Marga. Kemudian petugas Polantas yang ditemui menyebut bahwa derek dapat dilakukan oleh polantas untuk membantu pihak Jasa Marga.

Menanggapi hal itu, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, pihaknya masih memeriksa laporan tersebut.

"Saya sendiri belum terima laporannya, baru tahu dari akun Facebook itu. Ini sedang ditanyakan benar nggak melayani derek itu, kalau benar kenapa begitu mahal," ujar Purwanta di Mapolrestro Jakarta Selatan, Senin (23/4/2016).

image0

Kwitansi Derek yang Diunggah Wijaya Kusuma ke media sosialnya (Foto Istimewa)

 

Purwanta mengatakan bahwa Satlantas Kepolisian dapat menderek kendaraan di wilayahnya masing-masing, selain di Tol. Derek di tol hanya dapat dilakukan oleh Jasa Marga.

"Selain di tol bisa, kalau tarif tidak ada ya besarannya. Kalau mau kasih seikhlasnya untuk petugas yang menderek ya silakan, tapi sepertinya untuk kendaraan truk besar ada peraturannya yang meminta tarif, nanti dicari dulu peraturannya," kata Purwanta.

Untuk derek yang resmi dari Jasa Marga di dalam tol, dikenakan tarif awal Rp 100.000 dengan tarif per kilometernya Rp 8.000. Pengendara membayar di pintu keluar setelah mobilnya diderek oleh petugas.

Selain itu, Perda No 1 Tahun 2015 tentang Retribusi Daerah juga mengatur bahwa Dinas Perhubungan dapat menderek atas permintaan pemilik kendaraan sesuai tarif tertentu.

Untuk mobil penumpang (sedan, Jeep, station wagon, dan sejenisnya), mobil bus kecil sampai dengan 10 km Rp 20.000 per kendaraan, jarak 10 km hingga 20 km, hanya Rp 35.000.

Sedangkan untuk pemakaian lebih dari 20 km dikenakan tambahan setiap 5 km berikutnya sebesar Rp 10.000. Sedangkan mobil bus (bus mikro, bus besar, bus tingkat, bus tempel), dan mobil barang (truk, kereta penarik, tempelan/gandengan, kereta tempelan, kereta gandengan dan ransus) derek sampai 10 km hanya Rp 45.000, dari 10 km hingga 20 km Rp 80.000, dan untuk pemakaian lebih dari 20 km dikenakan tambahan Rp 20.000 setiap 5 km berikutnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...