Tarif Ojol Naik, Apa Kata Aplikator?
Tarif ojek online (ojol), baik Grab maupun Gojek mengalami kenaikan per 1 September 2019. (Foto: Detik.com)

Tarif Ojol Naik, Apa Kata Aplikator?

Jumat, 30 Agt 2019 | 16:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberlakukan tarif ojek online baru serentak pada Senin (1/9//2019). Tarif baru ini berlaku bagi Grab maupun Gojek.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani, mengatakan, pemberlakuan tersebut merupakan komitmen untuk merealisasikan Keputusan Menteri (KM/Kepmen) Perhubungan No 348 Tahun 2019.

"Kemarin baru 123 kota. Seluruh operasi Grab ada di 224 kota, Gojek 221 kota, mulai nanti tanggal 2 dini hari pada hari Senin akan diberlakukan tarif sesuai dengan KM 348," tegas Yani, Kamis (29/8/2019), seperti dilansir CNBC Indonesia.

Merespons hal tersebut, dua operator baik Gojek maupun Grab siap mendukung kebijakan pemerintah. Senior VP Public Policy and Government Relations Gojek, Panji Ruky bahkan menyampaikan apresiasi atas penerapan ini.

"Kami senantiasa mendukung upaya pemerintah untuk mengedepankan layanan ojol, menyejeterahkan mitra pemgemudi, dan perbaiki layanan," ungkapnya.

Dia berharap ojol tetap menjadi prioritas perhatian pemerintah. Di sisi lain, dia memastikan tarif ojol tidak akan melanggar aturan yang telah ditetapkan. Senada, Head of Strategy & Planning Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy juga mendukung penerapan menyeluruh ini. Grab bahkan punya persiapan khusus untuk realisasi aturan.

"Disiapkan alogoritma juga supaya sesuai dengan KM 348/2019. Survey ke mitra pengemudi juga sangat positif, baik buat pendapatan mereka. Semoga bisa buat mitra pengemudi dan pengguna lebih sejahtera," tandasnya.

Informasi saja, dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019, ada dua komponen penyusun tarif ojek online. Yakni biaya langsung yang ditetapkan oleh Kemenhub dan biaya tidak langsung yang ditetapkan aplikator dengan besaran maksimal 20% dari total biaya langsung.

Berikiut ini tarif baru ojol berdasarkan aturan Kemenhub berdasarkan zonasi:

Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp 1.850-2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000

Zona II (Jabodetabek): Rp 2.000-2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-10.000

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Rp 2.100-2.600 dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...