Tegaskan Wanita Tak Boleh Jadi Menteri, Taliban: Tugas Mereka Melahirkan!
Taliban

Tegaskan Wanita Tak Boleh Jadi Menteri, Taliban: Tugas Mereka Melahirkan!

Senin, 13 Sep 2021 | 13:45 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Taliban menegaskan perempuan Afghanistan dilarang untuk terlibat dalam urusan pemerintahan, termasuk menduduki posisi menteri.

Menurut salah seorang juru bicara Taliban, Syed Zekrullah Hashmi, tugas pemerpuan bukanlah untuk mengurusi pemerintahan. Ia mengatakan tugas wanita adalah melahirkan dan membesarkan anak di rumah.

"Perempuan tidak bisa bekerja memimpin kementerian. Itu seperti Anda menaruh sesuatu yang tidak sanggup mereka pikul di leher mereka," tuturnya menjelaskan dikutip Winnetnews dari AP pada Senin (13/9).

Hasmi kemudian menyinggung soal aksi demo dan protes yang dilakukan para perempuan Afghanistan beeberapa waktu lalu. 

Menurutnya, aksi itu tidak mencerminkan citra wanita Afghanistan."Perempuan Afghanistan adalah mereka yang melahirkan generasi Afghanistan. Mendidik mereka," kata Hashmi.

"Mendidik mereka dengan etika berdasarkan Islam," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Taliban pernah berjanji di rezim yang baru akan menghormati hak-hak perempuan Afghanistan. 

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan rezim baru akan lebih moderat dibanding kepemimpinan mereka pada 1996-2001, yang terkenal menerapkan hukum syariah yang keras. Mereka melarang wanita untuk bekerja dan tak segan memberi hukuman seperti rajam, cambuk dan gantung kepada warga yang melanggar aturan.

"Kalau soal ideologi, keyakinan, tidak ada bedanya, tapi kalau kita hitung berdasarkan pengalaman, kedewasaan, dan wawasan, pasti banyak perbedaannya," kata Mujahid.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...