Tekstil Lokal Kalah Saing dengan Impor, Bahlil: Regulasi Jangan Memberatkan!
Ilustrasi tekstil i Pasar Tanah Abang. [Foto: Bisnis.com]

Tekstil Lokal Kalah Saing dengan Impor, Bahlil: Regulasi Jangan Memberatkan!

Kamis, 12 Des 2019 | 11:04 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Tekstil dan produk tekstil nasional kini tengah dibuat kalap dengan banyaknya impor barang dari beberapa negara di Asia dan Timur Tengah (Timteng). Hal tersebut dapat terepresentasikan di Kawasan Pasar Tanah Abang yang menjadi wadah transaksi jual beli terbesar se-Asia Tenggara sejak lama.

Serbuan barang impor mendapat sorotan publik karena diprediksi menimbulkan permasalahan industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku jika dirinya pun sulit menemukan produk tekstil dalam negeri di Pasar Tanah Abang.

"Kalau dicek di pasar-pasar, maupun di Tanah Abang, itu sudah susah kita mendapatkan (tekstil) made in Indonesia," ungkap Bahlil di kantor BKPM, Rabu (11/12) seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Bahlil sebelumnya menggelar pertemuan dengan asosiasi pengusaha tekstil untuk membahas terkait permasalahan-permasalahn seputar industri tersebut.

Bahlil menjelaskan bahwa dalam pembahasan tersebur, terdapat beberapa masalah, seperti tingginya upah tenaga kerja, dan perlunya peremajaan dari pabrik-pabrik tekstil dalam negeri. Masalah itu dinilai akan menyulitkan tekstil dalam negeri untuk bersaing dengan produk-produk impor.

"Harus ada sinergi antara pengusaha dan pemerintah. Regulasi yang harus kita kasih ke mereka (produsen tekstil) itu harus regulasi yang jangan memberatkan," katanya.

Bahlil pun mengakui, bahwa bukan rahasia umum lagi garmen impor kini merajalela, terutama produk-produk dari China.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Iwan Lukminto menjelaskan ada enam rekomendasi untuk pemerintah.

"Keenamnya terdiri pada bidang yang berbeda-beda, yakni bahan mentah, pasar, sumber daya manusia, energi dan teknologi, serta lingkungan hidup," kata Iwan.

Rekomendasi tersebut, lanjut Iwan, diharapkan akan menjadi upaya pedagang untuk menghadapi dan kembali bersaing dengan gempuran produk impor. [cnn]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...