Telat 7 Menit yang Membuat Husnul Gagal Jadi Bupati Gresik

Telat 7 Menit yang Membuat Husnul Gagal Jadi Bupati Gresik

Senin, 18 Jan 2016 | 17:45 | kontri
WinNetNews.com - Bagi sebagian orang Indonesia, mungkin sudah terbiasa dengan jam karet, 5 menit atau 10 menit, bahkan satu jam molor dari jadwal. Tapi bagi Mahkamah Konstitusi (MK), tidak ada ampun sedikit pun bagi jam karet.

Hal ini terlihat dalam kasus sengketa pilkada Bupati Gresik. Sang penantang, Husnul Khuluq-Ach Rubaie mengajukan gugatan ke MK karena menganggap telah terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif saat pelaksanaan pibup Gresik. Di mana KPU setempat memenangkan inkumben Sambari Halim Radianto-Qosim.

Berdasarkan aturan, maksimal pendaftaran 72 jam sejak KPU setempat memutuskan kemenangan tersebut. Di mana KPU Gresik memutuskan kemenangan Halim-Qosim pada 16 Desember 2015 pukul 16.30 WIB. Berdasarkan hitung-hitungan tersebut, maka pihak yang menggugat maksimal dapat melayangkan gugatan pada 19 Desember 2015 pukul 16.30 WIB.

Tapi apa daya, Husnul mendaftarkan gugatan pada 19 Desember 2015 pukul 16.37 WIB. Atau hanya 7 menit sejak 72 jam berlalu. Gara-gara 7 menit itulah, MK menolak permohonan Husnul sehingga lawannya yang juga inkumben otomatis menjadi Bupati Gresik 2015-2020.

"Mengabulkan eksekpsi pemohon dan eksepsi pihak terkait terkait batas pengajuan permohonan. Permohonan pemohon tidak dapat diterima," ujar ketua majelis hakim Arief Hidayat saat membacakan putusan di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (18/1/2016).

Masih soal keterlambatan pendaftaran, hal serupa juga dilakukan oleh tim Yusak Yaluwo. Ia menggugat keabsahan pilkada Pilkada Kabupaten Boven Digoel, Papua. Sesuai jadwal, maksimal pendaftaran dilakukan pada 20 Desember 2015 pukul 14.15 WIB. Tapi Yusak dan Yakob mendaftaran permohonan sengketa pilkada 20 Desember 2015 pukul 15.54 WIB, atau selisih 39 menit dari batas akhir pengajuan. Permohonan Yusak pun akhirnya tidak diterima.

Begitu juga dengan Decky Kayame-Adauktus Takerubun. Kandidat ini menggugat hasil Keputusan KPU Nabire. Kala itu permohonan didaftarkan pada hari Minggu 20 Desember 2015 pukul 21.40 WIB. Padahal batas akhir pendaftaran adalah pukul 21.00 WIB di hari yang sama.

(dilansir dari detik)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...