Telur Asin Bagi Penderita Hipertensi

Rusmanto
Rusmanto

Telur Asin Bagi Penderita Hipertensi ilustrasi
Winnetnews.com - Salah satu lauk yang paling digemari masyarakat Indonesia adalah telur asin. Hanya saja, banyak penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi yang takut untuk mengonsumsinya. Hal ini disebabkan oleh rasanya yang asin. Padahal, pengidap hipertensi diminta untuk mengurangi asupan garam. Apakah hal ini berarti mereka tidak boleh makan telur asin?

Dampak Makan Telur Asin bagi Penderita Hipertensi

Garam adalah salah satu musuh utama dari hipertensi. Hal ini disebabkan oleh kandungan garam di dalamnya yang bisa mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan peningkatan tekanan darah. Masalahnya adalah telur asin ternyata juga memiliki kandungan garam yang membuatnya memiliki rasa asin yang khas.

Proses pembuatan telur asin dilakukan dengan cara menempatkan telur di dalam endapan abu dan garam dalam waktu beberapa hari. Selain itu, ada juga telur asin yang direndam di dalam larutan garam sehingga membuatnya memiliki rasa yang gurih dan tahan lama.

Proses ini membuat di dalam 100 gram telur asin memiliki kandungan 529 mg. Padahal, penderita hipertensi yang sudah cukup parah harus membatasi asupan natriumnya sekitar 200 hingga 400 mg saja. Hal ini berarti, mereka yang mengidap hipertensi sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi telur asin atau berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Hanya saja, bagi mereka yang mengidap masalah hipertensi ringan, konsumsi telur asin masih diperbolehkan sekitar 1 butir saja dalam sehari. Hal ini dianggap tidak akan menyebabkan dampak buruk bagi kondisi tekanan darahnya.

Apa Reaksi Kamu?