Tengku Zul Protes Duduk di Pesawat Tak Berjarak, Begini Tanggapan Lion Air
Foto: detikcom

Tengku Zul Protes Duduk di Pesawat Tak Berjarak, Begini Tanggapan Lion Air

Senin, 14 Sep 2020 | 08:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain menyampaikan keluhannya ketika aik pesawat Lion Air JT-236 dari Pekanbaru ke Batam, Sabtu (12/9), sekitar jam 11.30 WIB. Ia  mengeluh lantaran di pesawatnya tidak ada pengaturan jaga jarak antar penumpang, padahal menurut dia seharusnya berjarak untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Katanya diwajibkan jaga jarak. Lha giliran di pesawat hitungan jam sebelahan dengan orang lain. Jaga apanya...? Woi... Siapa yang mengizinkan seperti ini? Apakah ini semua salah Anies atau salah Khilafah...?" kata Tengku.

Dikutip dari Suara.com, terkait itu ia juga berharap agar seluruh maskapai penerbangan di Indonesia menaati peraturan mengenai protokol kesehatan. "Jangan ada anak emas yang boleh melanggar aturan jika benar aturan duduk berjarak di pesawat memang ada," katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan mengenai persoalan tempat duduk sebagaimana yang dikeluhkan Tengku mengatakan dalam penerbangan tertentu kemungkinan jumlah tingkat keterisian penumpang (seat load factor) dapat terjadi melebihi dari batasan kapasitas angkut penumpang yang ditetapkan.

Menurut Danang, Lion Air saat ini sudah menjalankan operasional sesuai dengan pedoman protokol kesehatan. Sementara mengenai kapasitas angkut penumpang pesawat, Danang menjelaska Lion Air diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan dan tidak ada jarak).

"A. hal ini, tidak dapat dihindari, namun sebagai operator penerbangan, Lion Air mengatur (menata) penempatan pada tempat duduk (seat arrangement) penumpang agar lebih meminimalisir dampak. B. Untuk kelompok penumpang dimaksud pada penerbangan adalah perjalanan grup dari keluarga atau rombongan tertentu (group booking) yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris) atau penumpang kategori PCR atau swab hasil negatif," kata Danang, Sabtu (13/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan penumpang yang bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu akan diusahakan ada jarak duduk antar penumpang.

Danang juga menjelaskan berbagai protokol kesehatan lain yang secara ketat diterapkan Lio Air, seperti semua awak pesawat dan penumpang yang masuk ke dalam kabin pesawat udara telah melaksanakan rapid test Covid-19 atau PCR/swab dengan hasil non reaktif atau negatif. Dalam hal ini, orang-orang tersebut dinyatakan sehat dan layak terbang (safe for flight).

Selain itu ia juga menambahkan, pesawat telah dilengkapi dengan High Efficiency Particulate Air filter atau penyaringan partikel kuat dengan tingkat 99,9+ persen menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur. Hal ini dilakukan untuk membuat sirkulasi udara dalam kabin terjaga baik. Kemudian, kata Danang seluruh pesawat sebelum dan setelah terbang dilaksanakan penyemprotan desinfektan setiap hari, dalam upaya memastikan sterilisasi dan kebersihan pesawat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...