Tensi Tinggi, Iran Kembali 'Kirim' Rudal ke Pangkalan Militer AS di Baghdad
Ilustrasi rudal diluncurkan. [Foto: Engnews24h.com]

Tensi Tinggi, Iran Kembali 'Kirim' Rudal ke Pangkalan Militer AS di Baghdad

Senin, 13 Jan 2020 | 09:40 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengutuk serangan rudal yang kembali menghantam basis tentara mereka di pangkalan militer Irak.

Pompeo geram sebab serangan itu diluncurkan ketika Iran mengisyaratkan untuk mengurangi ketegangan.

"Marah dengan laporan serangan roket lanjutan pada pangkalan udara Irak," kata Pompeo lewat Twitter.

Mengutip CNNIndonesia.com dari Agence France Press (AFP) melaporkan, delapan rudal berturut-turut menghujani pangkalan militer udara Al-Balad di Baghdad hingga melukai dua perwira Irak dan dua penerbang.

"Ini pelanggaran terus-menerus atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal kepada pemerintah Irak dan ini harus diakhiri.”

Meski demikian, hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

AS sebelumnya menuding kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak menjadi dalang penyerangan.

Al-Balad adalah pangkalan udara pesawat F-16 Irak. Pesawat itu dibeli dari AS untuk meningkatkan kapasitas militer udara negara itu.

Pangkalan itu berisi pasukan Angkatan Udara AS dan kontraktor. Namun sebagian besar telah dievakuasi menyusul ketegangan antara AS dan Iran selama dua pekan terakhir.

"Sekitar 90 persen penasihat AS, dan karyawan Sallyport dan Lockheed Martin yang menjadi spesialis pemeliharaan pesawat telah ditarik ke Taji dan Erbil setelah ancaman (Iran)," kata sumber militer.

"Saat ini hanya tersisa tak lebih dari 15 tentara AS dan satu pesawat di Al-Balad."

Pangkalan militer itu dihantam roket dan mortir dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, tidak ada satupun tentara AS yang menjadi korban. Namun serangan tersebut melukai pasukan Irak, dan menewaskan satu kontraktor AS bulan lalu.

Kematian kontraktor itu memicu ketegangan hingga AS melakukan serangan mematikan terhadap kelompok paramiliter pro-Iran di Irak serta konvoi yang membawa perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Jenderal top Iran itu tewas di luar bandara Baghdad.

Faksi pro-Iran di Irak telah bersumpah untuk membalas dendam atas serangan itu. (dea) [cnn]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...