Terjawab Sudah, Jokowi Akui Gerindra Masuk Koalisi

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Terjawab Sudah, Jokowi Akui Gerindra Masuk Koalisi Preisden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin usai dilantik di ruang rapat paripurna DPR/MPR, Senayan, Jakarta,, Minggu (20/10). [Foto: Harian Nasional]
Winnetnews.com -  Menakar sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru dilantik di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (20/10) sore menimbulkan banyak tanya perihal kursi menteri yang bakal membantu Jokowi dalam lima tahun ke depan.

Prediksi sejumlah nama menteri yang dipertahankan dan dibuang sebelumnya sudah banyak beredar. Selain nama menteri, akan ada tambahan dan pengurangan nama kementerian. Menjawab rentetan pertanyaan awak media dan publik, Presiden Jokowi berjanji akan membeberkannya Senin (21/10) pagi.

Melansir Tribunnews, ada sekitar 16 orang dari partai politik (parpol) akan menduduki posisi menteri pemerintahan dirinya bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.

"Ya kurang lebih (16 orang dari parpol), saya belum hitung tapi kurang lebih," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi kerap menyebut komposisi menteri dari orang partai sekitar 45 persen dan kalangan profesional sebanyak 55 persen.

Immanuel Ebenezer. [Foto: Sulselsatu]

Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Imannuel Ebenezer menyebut, Partai Gerindra menjadi satu-satunya partai di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf, yang bergabung ke pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Imannuel Ebenezer seusai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.

"Di-iya-kan oleh presiden, presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk (koalisi)," tutur Imannuel.

Menurutnya, hanya Partai Gerindra yang bergabung pemerintahan saat ini, sementara Partai Demokrat dan PAN tidak mendapatkan restu dari Jokowi.

"Yang jelas partai selain Gerindra tidak ada (yang gabung lagi). Tapi, ya hampir semua partai ini mau masuk, mereka pengennya masuk, tapi presiden punya pertimbangan, enggak bisa," ujarnya.

"Tadi presiden menegaskan, kalau semua masuk dalam pemerintahan itu tidak baik dalam demokrasi," sambung Imannuel.

Apa Reaksi Kamu?