Terkait Aksi Protes Mahasiswa, Pengamat Sosial: Presiden Memihak Siapa?

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Terkait Aksi Protes Mahasiswa, Pengamat Sosial: Presiden Memihak Siapa? Foto: Antara/Novrian Arbi

Winnetnews.com - Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar terhadap hasil revisi UU KPK dan RKUHP meski awalnya berujung damai, namun menjelang penghujung hari selalu terjadi kericuhan.

Massa bergerak tak hanya di Jakarta namun juga sejumlah kota lain di Indonesia, termasuk di Bandung yang juga berujung ricuh, pada 30 September lalu.

Menanggapi aksi protes mahasiswa dan pelajar yang terus berlanjut beberapa waktu belakangan, pengamat sosial Drajat Tri Kartono menegaskan bahwa aksi demo yang belakangan terjadi ini merupakan aksi rakyat melawan negara.

“Ini kan yang jadi masalah sekarang adalah state lawan society. Kebetulan negara ini agak kompak antara eksekutif dan legislatif,” kata Drajat seperti dilansir Kompas.com, pada Senin (30/9).

Adapun di tingkat society, masyarakat yang biasanya terpecah berdasarkan kelas ekonomi, politik daerah, saat ini memiliki banyak kesamaan pandangan terhadap isu yang diangkat.

“Nah kalau yang saya lihat isu yang dibahas kan isu besarnya korupsi dan RKUHP. Dua ini kan isunya bukan isu kelas, tapi moralitas,” jelasnya.

Menurutnya, korupsi yang selama ini menjadi musuh bersama, masyarakat nilai malah terkesan dilindungi oleh berbagai undang-undang baru ini.

Negara terlalu lamban

Terkait respon pemerintah soal demo DPR oleh masyarakat ini, Drajat menilai negara terlalu lamban dalam memenuhi tuntutan publik.

“Biasanya Pak Jokowi dan segala menterinya ini punya cara-cara halus dalam menyelesaikan masalah. Saya melihat negara agak lambat merespons,” kata dosen yang mengajar di Fakultas Sosiologi UNS ini.

Ia pun menyayangkan tidak adanya langkah sistematis dari pemerintah yang membuat Presiden sebagai penyelesai masalah.

“Sekarang seakan-akan terpecah-pecah, mungkin karena mau pergantian menteri ini,” imbuhnya.

Akibat tidak adanya tindakan jelas, maka membuat masalah yang ada menjadi berlarut-larut dan akhirnya mendapat simpati kolektif dari masyarakat.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah perubahan negara dan kepastian Presiden memihak siapa,” tandasnya.

 

Apa Reaksi Kamu?