Terkait Pencabulan, Polisi Tidak Mau Berikan Rekaman CCTV di Walkot Jakpus

Terkait Pencabulan, Polisi Tidak Mau Berikan Rekaman CCTV di Walkot Jakpus

Kamis, 11 Agt 2016 | 12:35 | Zaenal Arifin

 Jakarta, Winnetnews.com - Kepolisian dari Polres Jakarta Pusat, tidak mau memberikan rekamana CCTV di kantor Wali Kota Jakarta Pusat kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Penolakkan ini terkait dengan penyelidikan kasus dugaan pencabulan oleh oknum PNS Jakpus terhadap siswi magang berinisial PAR alia M (17).

"Gak boleh. Apa dasarnya mereka (Komnas PA) meminta CCTV, karena ini penting untuk penyelidikan," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Suyatno menegaskan, rekaman CCTV itu yang disita petugas, merupakan alat bukti yang tidak boleh dibuka ke publik sebelum masuk ke ranah pengadilan.

"Sesuai dengan aturan (KUHAP) memang tidak boleh alat bukti diberikan kepada publik, apalagi ini kan kasus pencabulan," jelasnya.

Suyatno menambahkan, jika nantinya CCTV diberikan kepada Komnas PA, maka dikhawatirkan akan mengganggu proses penyelidikan yang sedang berjalan. Apalagi, alat bukti hingga saat ini belum juga ditemukan.

Sebelumnya, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait sudah meminta izin kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mendapatkan rekaman CCTV Gedung dinas Pariwisata Wali Kota Jakarta Pusat. Menurut Arist, polisi tidak membuka rekaman CCTV secara utuh.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...