Terlalu Banyak Minum Soda Bisa Tingkatkan Resiko Kanker
minuman soda

Terlalu Banyak Minum Soda Bisa Tingkatkan Resiko Kanker

Minggu, 16 Jun 2019 | 23:57 | Rusmanto
Winnetnews.com - Salah satu minuman yang paling digemari oleh masyarakat modern adalah minuman bersoda. Minuman ini memang sangat menyegarkan dan bisa menghilangkan dahaga, apalagi jika suhu udara sedang cukup panas. Sayangnya, sudah menjadi rahasia umum jika minuman bersoda termasuk dalam minuman yang paling tidak baik bagi kesehatan.

Minuman bersoda bisa meningkatkan risiko kanker

Berdasarkan sebuah penelitian yang diungkap hasilnya dalam jurnal berjudul Public Health Nutrition menyebut orang-orang yang rutin mengonsumsi minuman bersoda secara rutin satu gelas setiap hari akan mengalami peningkatan berat badan dan risiko kanker.

Para peneliti menyebut peningkatan risiko kanker ini tidak sepenuhnya terkait dengan kelebihan berat badan karena ada partisipan yang memiliki berat badan ideal namun suka minum soda yang juga tetap memiliki risiko tinggi terkena kanker.

“Awalnya, kami berhipotesis bahwa minuman bersoda bisa menyebabkan masalah obesitas yang merupakan salah satu faktor utama penyebab datangnya kanker. Hanya saja, ternyata banyak partisipan dengan berat badan biasa saja yang juga mengalami kanker” ucap pemimpin penelitian Prof. Allison Hodge yang berasal dari Cancer Council Victoria (CCV).

Obesitas telah lama diduga terkait dengan risiko kanker

Harvard University menyebut obesitas memang telah lama diduga termasuk dalam faktor risiko penyebab kanker. Salah satu penyebab dari masalah obesitas ini adalah kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cancer Council Victoria dan University of Melbourne, Australia dan melibatkan 35 ribu orang, dihasilkan fakta bahwa ada 11 jenis kanker yang terkait dengan masalah obesitas.

Kanker yang terkait dengan kondisi kelebihan berat badan adalah kanker perut, kanker hati, kanker prostat, kanker kantung empedu, kanker ovarium, kanker ginjal, kanker kolorektal, kanker esophagus, kanker pankreas, dan kanker payudara.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...