Skip to main content

Ternayata 'Asinan Bogor dan Minuman Kunyit Asam' Ada di India.

Ternayata Asinan Bogor dan Minuman Kunyit Asam Ada di India.
Ternayata Asinan Bogor dan Minuman Kunyit Asam Ada di India.

WinNetNews.com - Demo masak asinan Bogor dan minuman kunyit asam diperkenalkan pada acara Promosi Wonderful Indonesia di Hotel St Regis di Mumbai, India, Rabu (2/12) yang dihadiri sekitar 200 orang dari agen perjalanan dan masyarakat setempat.

Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Taufik Nur Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya mendatangkan juru masak Indonesia yaitu Astrid Enricka Ditha, Riyani Iwan Linardi,dan Meiditya Nursanti untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke Mumbai, India.

"Mereka sekitar 20 menit memperagakan bagaimana mengolah buah-buahan Indonesia seperti salak, mangga, bengkoang, nanas, apel dan kedongdong, menjadi asinan. Asinan sengaja diperkenalkan karena masyarakat India sebagian besar adalah vegetarian. Terbukti saat demo masak, meja masak dikerubuti ibu-ibu yang ingin melihat dari dekat buah-buahan asli Indonesia," katanya.

Kemudian, minuman herbal yang diperkenalkan yaitu kunyit asam dengan bahan utama kunyit dan asam jawa.

Kunyit dikupas kemudian diparut, setelah itu hasil parutan dimasak bersama gula jawa, setelah itu disaring dan disajikan dengan es batu.

Demo masak tersebut kata dia, merupakan salah satu rangkaian acara Promosi Wonderful Indonesia di Mumbai yang dilaksanakan pada 2-4 Desember 2015.

Ia menjelaskan, promosi wisata di Mumbai itu merupakan gabungan dua kegiatan yaitu misi penjualan dan kegiatan festival budaya.

Misi penjualan merupakan ajang yang mempertemukan penjual paket wisata dari Indonesia dan agen perjalanan di India.

Sementara festival budaya merupakan pengenalan budaya Indonesia sehingga masyarakat India tertarik untuk berkunjung ke Indonesia.

"Kedua kegiatan itu diharapkan mampu menghasilkan transaksi paket wisata khususnya wisata petualangan dan wisata lingkungan yang menjadi tema PWI kali ini," katanya.

Salah satu juru masak pada kesempatan itu Astrid Enricka menjelaskan kepada pengunjung bahwa kunyit asam sebagai salah satu minuman khas Indonesia mempunyai banyak khasiat antara lain untuk kehalusan kulit, melancarkan peredaran darah, memperbaiki pencernaan, dan menghilangkan bau badan.

"Di Indonesia, anak-anak yang sulit makan, akan diberi kunyit untuk meningkatkan nafsu makan," katanya.

Saat asinan yang sudah jadi dibagikan, pengunjung yang hadir tampak banyak yang terkesan dengan cita rasanya.

Beberapa pengunjung menyukai cita rasa asinan yang agak memadukan asam, manis dan pedas. Pengunjung yang lain menganggap kunyit asam sebagai minuman yang menyegarkan.

Demo kuliner itu merupakan bagian dari rangkaian pengenalan budaya Indonesia yang juga menampilkan lagu dengan iringan musik sasando, alat musik khas Pulau Rote.

Kemudian ada juga penampilan tari lenggang nyai, serta sejumlah lagu nusantara oleh Trio Batak dengan alat musik gitar.

Di awal acara Jeagril Pah, pemuda asal Pulau Rote, membawakan beberapa lagu barat dengan petikan sasando miliknya. Di tengah acara juga tampil kolaborasi sasando dan gitar membawakan lagu India dan Indonesia.

Beberapa ibu-ibu juga diajak berdansa bersama Trio Batak yang membawakan lagu-lagu India. Kemeriahan juga mengiringi santap makan malam karena pengunjung yang mampu menabung kendang, ikut serta berkolaborasi.

Sebelumnya Konsul Jenderal Indonesia di Mumbai, Saut Siringoringo mengatakan, Indonesia dan India mempunyai sejarah panjang hubungan persahabatan mulai dari era Kerajaan Hindu sampai Konferensi Asia Afrika pada 1955.

"Saat ini banyak warga India yang kurang mengetahui tentang Indonesia dan sebaliknya, sehingga melalui promosi pariwisata diharapkan masyarakat akan saling mengenal satu sama lain," katanya.

Kepada agen perjalanan yang hadir, ia menyatakan siap dan bersedia menerima kunjungan mereka yang ingin mengetahui tentang berbagai destinasi unggulan di Indonesia. (Bisnis)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top