(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ternyata Ada Pedagang Bakso yang Mencoba Selamatkan Haringga Sirla Dari Pengeroyokan Bobotoh

Oky
Oky

Ternyata Ada Pedagang Bakso yang Mencoba Selamatkan Haringga Sirla Dari Pengeroyokan Bobotoh Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Mengenai kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23) yang merupakan suporter dari Persija Jakarta, baru terungkap saat rekonstruksi kejadian, ternyata ada sejumlah pihak yang berusaha melerai dan menyelamatkan Haringga Sirla. Salah satunya adalah Adang Ali (67) yang merupakan penjual bakso di lokasi.

Dalam video pengeroyokan Haringga, terlihat ada roda pedagang bakso yang letaknya persis disamping Haringga ketika sedang dikeroyok secara brutal oleh Bobotoh.

Adang Ali sendiri tidak tahu pasti awal mula yang menyebabkan Haringga ketahuan sebagai suporter Persija Jakarta

Ia baru melihat korban diseret dan diteriaki sekelompok suporter Persib bahwa ia adalah anggota The Jak Mania.

"Saya tidak tahu awal mulanya bagaimana. Saya baru lihat korban‎ diseret dan diteriaki. 'ieu aya budak The Jak, kadarieu (ini ada anak The Jak, ayo ke sini) sambil saya lihat sudah ada yang memukuli, tapi belum berdarah seperti di video," ujar Adang menirukan teriakan sekelompok suporter Persib saat kejadian.

Ia sudah lama berdagang di Stadion GBLA, terutama saat Persib berlaga atau acara lain di GBLA.

Saat itu, ia membawa cucu dan istrinya. Melihat kejadian itu, sebagai orangtua, ia kemudian berusaha melerai sekuat tenaga.

"Saya berusaha melerai karena kasihan saya lihat dia sendirian. Apalagi dia dipukuli dari segala arah, saya halangi juga mereka yang memukuli," ujar Adang.

"Tapi saat saya sedang hentikan mereka yang memukuli, ada lagi yang memukuli dari arah lainya. Saya berusaha hentikan mereka yang memukul dari segala arah, tapi sayanya yang didorong-dorong sama mereka."

Karena kuatnya dorongan mereka, tubuh renta Adang Ali pun tumbang dan akhirnya tersungkur di aspal beton di dekat pintu Gerbang Biru Stadion GBLA.

Ia mengaku tak tega melihat Haringga dikeroyok oleh puluhan orang.

"Saya kecapean, tubuh saya didorong-dorong hingga akhirnya saya tak sadarkan diri dan pingsan," ujar Adang.

Ia baru sadar setelah pingsan kurang dari 30 menit dan saat ia sadar, ia sudah tidak melihat korban dan hanya melihat darah di samping roda baksonya.

"Pas saya bangun, korban sudah tidak ada, katanya meninggal dan dibawa ambulance. Mangkuk bakso saya habis semua," ujar Adang.

"Saya sedih sekali saat itu, menyesal tidak bisa melerai."

Sementara itu, rekontruksi menghadirkan delapan tersangka dan dua saksi. Adang Ali dan Dede Supriadi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});