Skip to main content

Ternyata Begeng Suka Nongkrong di Warkop Beji

Ternyata Begeng Suka Nongkrong di Warkop Beji
Ternyata Begeng Suka Nongkrong di Warkop Beji

WinNetNews.com - Meski rumahnya di Lubang Buaya, Jakarta Timur, namun Januar Arifin alias Begeng (35) sering nongkrong di warung kopi di wilayah Beji, Depok, yang berjarak sekitar 25-29 km. Di warkop tempat Begeng nongkrong ini jugalah paman korban J sempat mencari keponakannya. Di situlah si paman mendapat informasi adanya SMS misterius dari Begeng.

"Jadi pas saya lagi cari hari Sabtu (6/2) sore, saya ke warkop tempat tongkrongan si Begeng. Terus si Begeng nunjukin SMS misterius ke saya," ujar paman korban, Hari, saat ditemui di RS Polri, Jl Kramat Jati, Jakarta, Minggu (7/2/2016). Hari di RS Polri untuk mengurus autopsi keponakannya.

Hari tidak mengenal dekat Begeng, dia hanya kenal wajah karena sering nongkrong warkop. Sedangkan SMS yang ditunjukkan Begeng kepadanya berbunyi: "Tolong sampaikan ke pihak keluarga J bahwa J ada di saya. Kalau tidak disampaikan bisa dibunuh."

Hari langsung menelepon nomor yang mengirim SMS tersebut dan menanyakan pengirim itu berada di mana. "Dia bilang dia ada di Ciledug," kata Hari.

Sayangnya Hari tidak menceritakan kronologi SMS itu lebih lengkap karena dia disibukkan dengan proses administrasi di RS Polri. Dia bergegas pergi karena harus ikut mobil jenazah yang akan mengantar almarhum J ke Garut.

Tentunya Hari sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata Begeng adalah pembunuh keponakan yang dia cari.

Baca juga: Pembunuhan Bocah SD, Diduga Korban Alami Pelecehan Seksual

Kasus pembunuhan ini terungkap ketika keluarga J, melapor ke polisi pada Sabtu (6/2) karena J tak kunjung pulang ke rumahnya. Usai melapor, polisi mendapatkan informasi J diculik oleh Begeng. Minggu dini hari, Begeng diciduk polisi di rumahnya di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Polisi menerapkan dua pasal kepada Begeng yaitu pasal pembunuhan berencana dan pasal penculikan terhadap anak. Begeng yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada korban terancam hukuman mati.

Sumber: Detik

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top