Ternyata di Bogor Ada Kampung Janda Lho!

Oky
Oky

Ternyata di Bogor Ada Kampung Janda Lho! Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Bagi para lelaku kalau sudah mendengar kata janda pasti banyak yang berpikir ngeres dan jelek. Namun ternyata gak banyak laki-laki yang tau kalo sebenarnya di indonesia ada beberapa kampung yang mayoritas isinya adalah janda. Tapi kali ini yang akan dibahas adalah kampung janda yang ada di daerah Bogor.

Kampung yang berada di daerah Cigombong, bogor, tersebut disebut kampung janda karena disana mayoritas perempuannya adalah janda. Berada sekitar 18 Km dari kota Bogor, di kampung ini ada janda yang usianya mulai dari belasan hingga 20-an lho!

Di kampung tersebut bisa banyak sekali janda dikarenakan beberapa faktor yang salah satunya adalah karena pekerjaan suami mereka adalah penambang pasir.

Sebagai kawasan pedesaan di kaki gunung, pekerjaan laki-laki di sana tak jauh dari menambang pasir, baik dari menggali dan menyaring pasir, hingga pemecah batu. Kehidupan masyarakat yang berada di garis kemiskinan memaksa mereka menambang pasir demi sesuap nasi. Meskipun resikonya nggak main-main, nyawa taruhannya.

Hal ini dikarenakan sering sekali terjadi longsoran tanah dan pasir dan menimpa para penambang. Kejadian ini tak cuma sekali dua kali, dan korbannya bisa 3-5 orang dalam sekali longsoran. Bahkan beberapa tahun yang lalu pernah terjadi longsoran yang menyebabkan ratusan penambang meninggal dunia. Karena hal ini pulalah banyak perempuan yang akhirnya harus menjanda. Meskipun memang ada faktor lain seperti perceraian ataupun ditinggal pergi suaminya. Untuk itu, wajar apabila ada puluhan janda tinggal di kampung janda ini.

Selain itu, penyebab banyak janda adalah pernikahan dini yang banyak terjadi di sana. Nikah muda di usia belasan cukup rentan untuk bercerai
 
“Di sini ada yang umur 17 tahun sudah jadi janda dua kali, 12-14 sudah pada menikah dan jadi janda. Saya saja sudah punya cucu, padahal usia masih 30 tahunan,” ujar Ketua RT Ade Suryadi.

Di kampung ini, banyak sekali janda muda yang usianya masih belasan. Bahkan ada yang sudah 2 kali menjanda di usinya yang masih 17 tahun. Jadi janda di usia, 16 atau 20 tahun bukan hal yang asing di kampung ini. Pernikahan di usia remaja tentu punya kerentanan yang lebih tinggi dibanding usia dewasa, di atas 20 misalnya. Pikiran dan emosi masih cukup labil, apalagi dengan kondisi ekonomi yang kurang baik, bakal lebih rentan memicu pertengkaran dan perceraian. Nikah muda di sana terjadi karena rendahnya pendidikan, maklum kebanyakan cuma lulus SD.

Kampung janda di Bogor ini sejatinya menyimpan banyak problem di masyarakat yang perlu diperbaiki pemerintah mulai dari perekonomian, lapangan pekerjaan, hingga pendidikan. Jika pendidikan sudah baik, lapangan pekerjaan aman dan tidak membahayakan dan ekonomi membaik, kisah-kisah janda di usia muda ini tidak akan terdengar lagi. Kampung janda pun akan tinggal sejarah.

Apa Reaksi Kamu?