Ternyata Orang yang Malas Memiliki IQ Tinggi

Ternyata Orang yang Malas Memiliki IQ Tinggi

Minggu, 7 Agt 2016 | 11:00 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Sebuah penelitian yang mengejutkan membuktikan teori bahwa orang pintar menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermalas-malasan.

Temuan studi berbasis di AS tampaknya mendukung gagasan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi cepat merasa bosan yang akhirnya membawa mereka untuk meluangkan waktu dengan sesuatu yang melibatkan pikiran.

Selain itu, bagi orang – orang yang memiliki fisik yang aktif membutuhkan rangsangan pikiran melalui kegiatan eksternal. Baik untuk melepaskan pikiran mereka karena cepat merasa bosan.

Peneliti dari Gulf Coast University Florida memberi tes klasik untuk sekelompok mahasiswa. Tes tersebut memang sudah turun temurun selama tiga decade.

Kuesioner 'kebutuhan kognisi' meminta peserta untuk menilai seberapa kuat mereka yang setuju dengan pernyataan seperti "Saya sangat menikmati tugas yang melibatkan solusi baru untuk masalah yang dating ", dan "Saya hanya berpikir keras seperti saya harus melakukannya".

Para peneliti, yang dipimpin oleh Todd McElroy, kemudian memilih 30 'pemikir' dan 30 'non-pemikir' dari daftar calon.

Selama tujuh hari berikutnya kedua kelompok mengenakan perangkat di pergelangan tangan mereka yang melacak gerakan mereka dan tingkat aktivitas, menyediakan aliran konstan data tentang bagaimana fisik mereka secara aktif.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok pemikir jauh lebih aktif selama seminggu daripada non-pemikir.

Temuan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology, yang digambarkan sebagai "sangat signifikan" dan "kuat" dalam hal statistik.

Tapi akhir pekan menunjukkan tidak ada perbedaan antara kedua kelompok, sesuatu yang belum bisa dijelaskan.

Peneliti menyarankan temuan ini dapat memberikan bobot pada gagasan bahwa non-pemikir lebih mudak bosan, sehingga perlu mengisi waktu mereka dengan aktivitas fisik.

Tapi kelemahan menjadi pemikir dan malas yang dijelaskan Mr McElroy adalah dampak negatif dari gaya hidup.

Dia menyarankan bahwa orang yang kurang aktif, tidak peduli seberapa pintar mereka, harus bertujuan untuk meningkatkan tingkat aktivitas mereka secara keseluruhan untuk meningkatkan kesehatan mereka

The British Psychological Society yang dikutip dari studi tersebut, mengatakan: "Pada akhirnya, ini merupakan faktor penting yang dapat membantu individu lebih bijaksana memerangi tingkat aktivitas rata-rata mereka yang lebih rendah yaitu kesadaran.

"Kesadaran kecenderungan mereka untuk menjadi kurang aktif, ditambah dengan kesadaran biaya yang terkait dengan aktivitas, orang yang lebih bijaksana mungkin kemudian memilih untuk menjadi lebih aktif sepanjang hari."

Meskipun menyoroti tren yang tidak biasa, temuan generalising harus dilakukan dengan hati-hati karena peserta merupakan sampel kecil, tambahnya, dilansir dari Independent

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...