Produk Pembersih Rumah Tangga & Tubuh Berdampak Buruk bagi Lingkungan?

Devyna Michella
Devyna Michella

Produk Pembersih Rumah Tangga & Tubuh Berdampak Buruk bagi Lingkungan? Foto: via keraha.com

Winnetnews.com - Manusia tidak dapat lepas dari kegiatan sehari-hari, seperti: mandi, mencuci piring, mencuci baju, dan sebagainya. Namun, tanpa disadari kegiatan tersebut menghasilkan limbah cair yang dapat membahayakan ekosistem laut.

Limbah cair adalah bahan-bahan pencemar berbentuk cair dan membawa sampah (limbah) dari rumah dan industri yaitu campuran air dan padatan terlarut yang merupakan air buangan dari hasil proses yang dibuang ke dalam lingkungan. 

Setelah memahami apa itu limbah cair, berikut komposisi dari produk pembersih tubuh yang berbahaya bagi ekosistem laut:

  1. Fosfat yang meningkatkan pertumbuhan ganggang sehingga kadar oksigen di air berkurang dan organisme lain mati.
  2. Pemutih/ammonia, getrokimia, Nonylphenol Ethoxylates (NPE) yang membunuh bakteri pengurai, mengubah warna air menjadi kecoklatan dan mengeluarkan bau busuk.

Kedua komposisi tersebut memicu penyebaran pencemaran pada sungai di Jakarta. Seperti dikatakan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Yuli Hartono, Asisten Deputi Gubernur Bidang Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Kongres Sungai Indonesia (KSI) ke 4 yang diadakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, bahwa saat ini dari 13 sungai yang mengalir di ibu kota, belum ada yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber air baku utama untuk diolah menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan warga Jakarta.

Kondisi ini terjadi karena air di 13 sungai tersebut sudah tercemar limbah cair sementara Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) belum memadai. Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini, merasakan pentingnya memperbaiki kualitas air sungai mengingat Jakarta adalah Ibu Kota negara. Maka dari itu, terjadi kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang akan membangun sistem pengelolaan air limbah terpadu, Jakarta Sewerage System, yang tersebar di 15 zona dan akan diawali di kawasan Pluit dan Duri Kosambi.

Apa Reaksi Kamu?