Ternyata Senjata Kimia Sudah Dipakai Berulang Kali di Suriah
ilustrasi

Ternyata Senjata Kimia Sudah Dipakai Berulang Kali di Suriah

Sabtu, 29 Apr 2017 | 18:07 | Rusmanto

WinNetNews.com - Senjata kimia dilaporkan telah digunakan sebanyak 45 kali di Suriah, sejak akhir tahun lalu. Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) sedang menyelidiki secara menyeluruh laporan itu.

OPCW merupakan organisasi pemantau yang bertugas menghancurkan senjata kimia dunia. Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/4/2017), Direktur OPCW Ahmet Uzumcu menyebut ada 'daftar panjang tudingan' penggunaan senjata kimia beracun yang dilaporkan kepada OPCW.

"Bagian kedua tahun 2016, ada 30 insiden berbeda, dan sejak awal tahun ini, ada 15 insiden terpisah, jadi total 45 insiden," tutur Uzumcu kepada wartawan.

Uzumcu menunjukkan beberapa lembar dokumen berisi 'daftar panjang tudingan' penggunaan senjata kimia, namun dia menyebutnya rahasia. Daftar itu juga memuat serangan gas sarin pada 4 April lalu, di kota Khan Sheikhun, Idlib, yang mewaskan 88 orang termasuk 31 anak-anak.

"Semua tudingan ini dicatat oleh para pakar kami, yang mengikuti kasus ini setiap hari dari pusat operasional kami," terang Uzumcu.

OPCW saat ini sedang berupaya mencari jaminan keselamatan bagi pengerahan tim pencari fakta ke kota Khan Sheikhun untuk keperluan analisi lebih lanjut. Pekan lalu, Uzumcu menyebut hasil pengujian sampel dari korban pada laboratorium OPCW 'tidak terbantahkan' menunjukkan gas sarin atau zat serupa telah digunakan di Idlib.

Uzumcu menyebut rezim Presiden Bashar al-Assad telah menyatakan akan mendukung misi OPCW ini. "Sebenarnya mereka (rezim Assad) mengundang kami untuk pergi via Damaskus," ungkap Uzumcu.

"Persoalannya adalah area ini dikuasai oleh kelompok oposisi bersenjata yang berbeda, jadi kami perlu mencapai beberapa kesepakatan dengan mereka demi menjamin gencatan senjata sementara, yang kami pahami juga bersedia dilakukan oleh pemerintah Suriah," imbuhnya.

"Jika kita berhasil mencapainya maka kita akan mengerahkan tim. Timnya sudah siap dan kita memiliki relawan," ujar Uzumcu.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...