Bom di Konser Ariana Grande, ISIS di Marawi Filipina Hingga Terorisme di Kampung Melayu
Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Awi Setiyono/Foto: Zool WNN

Bom di Konser Ariana Grande, ISIS di Marawi Filipina Hingga Terorisme di Kampung Melayu

Kamis, 25 Mei 2017 | 17:31 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Awi Setiyono menyatakan bahwa bom bunuh yang dilakukan teroris di Kampung Melayu memiliki kemiripan dan keterkaitan dengan aksi pengeboman yang berhasil digagalkan di Bandung. Bukan hanya itu, geliat gerak dari kelompok ISIS belakangan ini juga mengindikasikannya.

Ditemui di Kompleks Mabes Polri, Kamis (25/05/2017), Awi memaparkan beberapa hal. Mulai dari soal teror bom di Bandung beberapa waktu lalu, peristiwa bom bunuh diri di konser Ariana Grande, serangan ISIS di Marawi Filipina hingga paling mutakhir, Kampung Melayu.

Berikut kutipan wawancaranya:

WinNetNews:

Apakah pengeboman di Kampung Melayu ini memiliki kaitan dengan ISIS?

Awi Setiyono:

Kalau ditanya jaringan ISIS yaa kemungkinan besar mereka ada hubungannya, tapi masih tetap kita dalami karena ini jaringan internasional, dalam artian tadi, bahwa secara global itu mereka dimungkinkan ada hubungan ke sana, ISIS.

WinNetNews:

Adakah inidikasi kemiripan dengan aksi yang berhasil digagalkan di Bandung?

Awi Setiyono:

Hmmm..dari jenis bomnya, cuma ini termasuk yang lebih sempurna dari kemarin yang tidak jadi meledak.

WinNetNews:

Mengapa para teroris itu kini lebih mengincar polisi?

Awi Setiyono:

Sudah lama ya bapak Kapolri ngomong gitu, polisi jadi target. Kita sudah dikasih warning, beberapa kesempatan bapak Kapolri menyampaikan soal bodysistem.

WinNetNews:

Bagaimana dengan CCTV di sekitar lokasi pengeboman Kampung Melayu?

Awi Setiyono:

Alhamdulillah kita dapatkan itu CCTV. Tapi masih proses ya. Ini masih penyeldikan. Tentunya akan didalami semua hasilnya apa melalui digital forensik.

WinNetNews:

Kembali soal diincarnya polisi oleh teroris sehingga banyak polisi yang tewas atau terluka...

Awi Setiyono:

Ya kan tadi, bapak Kapolri sudah sampaikan, dalam pengamanan, bahwa satu polisi yang bertugas, satunya lagi mengawasi. Itu kita sudah sampaikan. Tapi kembali lagi, kita tidak tahu kapan terjadi, dimana terjadi terkait bom bunuh diri ini.

Dengan kejadian di Manchester, Marawi, Densus 88 sudah ada warning, juga dari pimpinan. Tapi kembali lagi kita tidak tahu, kapan dan dimana itu bakal terjadi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...