Terpanas di Dunia, Suhu di Gurun Ini Bisa Mencapai 70 Derajat Celcius

Nurul Faradila

Dipublikasikan 10 bulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Terpanas di Dunia, Suhu di Gurun Ini Bisa Mencapai 70 Derajat Celcius
Foto: Instagram/shokoufehfallah

Winnetnews.com -  Gurun pasir Dasht-e Lut yang berada di Iran, hanya berada dalam urutan ke-25 dalam daftar gurun terbesar di dunia. Akan tetapi, gurun ini menjadi gurun pasir dengan rekor suhu panas tertinggi, yakni mencapai 70 derajat Celsius.

Dasht-e Luta tau yang berarti Dataran Kosong adalah gurun garam besar yang menurut para ilmuwan, terbentuk di dasar laut. Jutaan tahun yang lalu, pergeseran tektonik menyebabkan dasar laut naik dan air perlahan menguap karena suhu udara yang tinggi.

Saat ini, lokasi tersebut berkuran 51.800 kilometer persegi, dikelilingi oleh pegunungan di semua sisi yang menyebabkan udara lembab dari Laut Mediterania dan Laut Arab mencapainya. Hingga akhirnya suhu di lokasi tersebut sangat panas.

Dasht-el Lut
Dasht-e Lut gurun terpanas di dunia. Foto: Instagram/shokoufehfallah

Melansir Oddity Central, Spektroradiometer Pencitraan Resolusi Sedang yang dipasang pada satelit Aqua NASA mensurvei dunia antara tahun 2003 dan 2010, mengumupulkan data bahwa suhu terpanas rata-rata tercatat di Dasht-e Lut. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di lokasi ini yakni 70,7 derajat Celsius pada tahun 2005.

Bagian terpanas dari Dasht-e Lut adalah wilayah yang disebut Gandom Beryan, sebuah dataran tinggi yang dilapisi kerikil hitam vulkanik, sekitar 480 kilometer persegi. Kerikil hitam tersebut merupakan salah satu faktor penentu suhu ekstrim tanah yang tercatat di sini, karena menyerap banyak energi dari sinar matahari dan hanya memantulkan sebagian kecilnya.

Dasht-e Lut
Dasht-e Lut gurun terpanas di dunia. Foto: Instagram/irangeotravel

Bahkan nama Gandom Beryan terinspirasi dari legenda lokal tentang tumpukan gandum yang tertinggal di gurun dan hangus setelah beberapa hari.

Faktor lain yang menyebabkan Dasht-e Lut panas, adalah karena kurangnya vegetasi. Tanah yang asin membuatnya sulit bagi tanaman untuk tumbuh. Satu-satunya tanda kehidupan di sana adalah lumut gurun dan tamariska, semak yang dapat tumbuh hingga setinggi 10 meter.

“Suhu terpanas diamati di lokasi tanpa vegetasi,” kata ahli iklim Roger Pielke Sr. dari Cooperative Institute untuk Penelitian Ilmu Lingkungan di University of Colorado kepada NASA.

Dia menambahkan, “Ini berarti jika perubahan lanksap di suatu wilayah menghasilkan lebih sedikit vegetasi, suhu permukaan maksimum diperkirakan akan lebih panas. Jika sebuah oasis dikembangkan dengan irigasi dari bawah permukaan di gurun, suhu maksimum akan berkurang.”

Anehnya, meski panas, tapi suhu udara di kawasan Dasht-e Lut rata-rata sekitar 39 derajat Celsius.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...