Skip to main content

Tersangka Korupsi Kasus Scanner-Printer DKI Bertambah Satu Lagi

Tersangka Korupsi Kasus Scanner-Printer DKI Bertambah Satu Lagi
Tersangka Korupsi Kasus Scanner-Printer DKI Bertambah Satu Lagi

WinNetNews.com - Satu orang tersangka kasus korupsi pengadaan printer dan scanner yang terjadi pada, 25 SMAN/SMKN di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat tahun anggaran 2014 bernilai proyek sebesar Rp 150 miliar.Kini bertambah satu orang lagi, dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri .

"Pengembangan daripada pemeriksaan AU sebelumnya, sehingga oleh direktorat tindak pidana korupsi GM ditetapkan senbagai tersangka dalam pengadaan printer scanner 3D. di mana modus tersangka menyalahgunakan wewenang utk mengadakan printer scanner 3D di 25 sekolah SMAN/SMKN jakarta barat 2014 yg lalu. dari hasil penyelidikan berikutnya ditemukan tsk GM secara bersama sama dgn AU, di mana AU juga sbg tsk di UPS. dia ada dua, printer masuk, ups masuk. Pengembangan terhadap scanner itu terus kita lakukan terkait kasus ini kurang lebih 67 miliar yang disalahgunakan atau selewengkan. "kata Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim Kombes Hadi Ramdani di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut Hadi, modusnya adalah menyalahgunakan wewenang dalam mengadakan printer scanner 3D di 25 SMA/SMKN Jakarta Barat tahun 2014 lalu. Dari nilai proyek Rp 150 miliar,diduga lebih dari Rp 67 miliar disalahgunakan atau diselewengkan."Pengembangan daripada pemeriksaan AU sebelumnya, sehingga oleh direktorat tindak pidana korupsi GM ditetapkan sebagai tersangka dalam pengadaan printer scanner 3D. di mana modus tersangka menyalahgunakan wewenang utk mengadakan printer scanner 3D di 25 sekolah SMAN/SMKN jakarta barat 2014 yg lalu. Dari hasil penyelidikan berikutnya ditemukan tersangka GM secara bersama sama dengan AU, dimana AU juga sebagai tersangka di UPS. dia ada dua, printer masuk, ups masuk.pengembangan terhadap scanner itu terus kita lakukan terkait kasus ini kurang lebih 67 miliar yang disalahgunakan atau selewengkan."paparnya.

Seperti diberitakan,kasus ini sudah diselidiki sejak 6 Januari 2015. Alex Usman telah dijadikan tersangka dalam kasus printer-scanner. Alex menjadi tersangka dalam kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) bersama tiga orang tersangka lain. Mereka yaitu anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fahmi Zulfikar yang merupakan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dan M. Firmansyah yang merupakan mantan ketua Komisi E periode 2009-2014, dan Zaenal Soleman.

Kasus UPS melibatkan legislatif, eksekutif, dan distributor atau vendor, berkolaborasi untuk memasukan proyek UPS di APBD-P untuk sekolah-sekolah di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat senilai Rp 300 miliar yang kemudian diketahui di-mark up hingga Rp 50 miliar. Beberapa nama penting telah diperiksa dalam kasus ini di antaranya Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Lulung.

Laporan: Arienta

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top