Skip to main content

Tersengat Sentimen Global, Bursa Syariah Menguat Tajam

Tersengat Sentimen Global, Bursa Syariah Menguat Tajam
Tersengat Sentimen Global, Bursa Syariah Menguat Tajam

Bursa saham global dan Asia pagi ini bergerak menguat. Sayang rupiah masih juga belum pulih dari tren pelemahannya.

Bursa saham Indonesia pelan-pelan mulai bergerak positif. Sentimen positif dari penguatan bursa regional mendorong sejumlah indeks acuan saham dibuka menguat.

Pemodal asing yang hampir dua pekan melakukan aksi jual pagi in memulai sesi perdagangan dengan memborong sejumlah saham. Asing untuk sementara mencatat nett buy Rp 39 miliar.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,599 poin (1,20%) ke level 134,818.

Di sesi pemanasan ini, pemodal telah mengucurkan dana hingga Rp 25,24 miliar dengan 110,46 juta saham beralihtangan.

Laju positif ISSI berhasil dipertahankan di sesi pembukaan. Kali ini ISSI kembali menguat 1,853 poin (1,39%) ke level 135,072

Sentimen positif global juga ikut mendorong indeks saham bluechips syariah ke zona hijau. Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi pemanasan dengan menanjak 9,072 poin (1,64%) ke level 562,164.

Indeks JII bahkan kembali melompat 10,186 poin (1,84%) ke level 563,278 di sesi pembukaan.

Emiten-emiten andalan JII kali ini kembali diburu investor. Top gainer untuk sementara dihuni UNVR, LPPF, UNTR, AALI, dan INTP yang telah menguat diatas 2 persen.

Pagi ini bursa saham Indonesia memang bergerak lebih lincah. INdeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 57,964 poin (1,37%) ke level 4.295,697 di sesi prapembukaan.

Transaksi senilai Rp 48,85 miliar telah dikucurkan investor untuk menggelar aksi jual beli 244,52 juta saham.

Bahkan IHSG memulai sesi perdagangan tanpa ada satu emiten pun yang terkoreksi. Sebaliknya, 24 emiten dibuka menguat pagi ini.

IHSG kembali terangkat 64,595 poin (1,52%) ke level 4.302,328 di sesi pembukaan.

Penguatan bursa saham global dan regiona kali ini dipicu pernyataan salah seorang petinggi The Fed yang menyebutkan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat kemungkinan takkan diberlakukan pada September.

Dari pasar keuangan, rupiah semakin mengkhawatirkan. Sempat menguat di bawah level 14.100, dollar AS saat ini justru meguat 4 poin (0,03%) menjadi 14.137 per dollar AS.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top