Tertawa Terbahak-bahak, Wanita Ini Tak Bisa Rapatkan Mulut

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Tertawa Terbahak-bahak, Wanita Ini Tak Bisa Rapatkan Mulut Ilustrasi (Unsplash)

Winnetnews.com - Tertawa memang baik untuk kesehatan, karena bisa membuat hati menjadi lebih senang. Namun, jika tertawa terlalu berlebihan, maka efek yang didapatkan malah berakhir tidak baik. Seperti yang terjadi pada seorang wanita asal China ini.

Wanita itu mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan setelah mulutnya tidak bisa ditutup kembali akibat tertawa belebihan. Kejadian ini terjadi saat ia sedang menggunakan kereta cepat menuju Stasiun Jalur Selatan Guangzhou.

Seorang dokter bernama Luo Wensheng yang berada saat kejadian itu, menceritakan kembali pengalamannya saat membantu wanita tersebut.

Dilansir dari HAI, Luo awalnya naik kereta dari Kunming menuju ke Rumah Sakit Liwan, saat ia mendengar kalau ada pengumuman orang yang sakit di gerbong.

Luo pun segera membantu wanita tersebut yang ketika ditemui mulutnya terbuka lebar dan tidak bisa ditutup, serta terus-menerus mengeluarkan air liur.

Dokter Luo sempat mengira kalau penumpang wanita ini menderita stroke. Namun, setelah berbicara dengan saksi mata, Luo menyadari kalau wanita tersebut tidak bisa menutup mulutnya kembali lantaran tertawa terlalu keras.

“Dia berliur. Jadi awalnya saya mengira dia menderita semacam stroke. Namun saat memeriksa tekanan darahnya, dia normal. Jadi saya sedikit bertanya,” katanya.

Berdasarkan kesaksian penumpang lain dan si wanita itu, Luo pun menyimpulkan kalau wanita tersebut menderita dislokasi di bagian rahang sehingga mulutnya tidak bisa menutup.

Meskipun bukan ahlinya, Luo tetap mencoba membantu wanita ini, meski ada kemungkinan untuk gagal. Sama seperti Luo, wanita itu pun juga tetap ingin mencoba.

Percobaan pertama yang dilakukan ternyata gagal, karena wanita itu gugup dan membuat otot wajahnya menjadi tegang. Luo kemudian menasihati wanita itu agar pergi ke rumah sakit.

Namun, staf kereta menuturkan kalau jarak terdekat dengan rumah sakit saat itu adalah satu jam.

Informasi tersebut membuat wanita itu menjadi gelisah dan ia ingin agar rahangnya segera kembali seperti semula. Luo akhirnya kembali untuk mencoba lagi.

Percobaan Luo pun berhasil. Rahang perempuan ini kembali ke posisi normal dan ia tidak berhenti untuk mengucapkan terima kasih.

Penumpang tersebut mengaku kalau pernah mengalami dislokasi mulut saat dirinya muntah sewaktu hamil dan ia pun mengalaminya kembali karena tertawa terlalu keras.

Apa Reaksi Kamu?